25 Tahun Reformasi, 25.000 Massa Aldera Long March ke DPR

Aksi ini untuk memperingati 25 tahun reformasi.

Rahmat Baihaqi
Oleh Rahmat Baihaqi - Reporter
25 Tahun Reformasi, 25.000 Massa Aldera Long March ke DPR
Massa Long March Peringati 25 Tahun Reformasi. ©2023 Merdeka.com

Sebanyak 25.000 massa yang tergabung dalam Aliansi Demokrasi Rakyat (Aldera) melakukan long march ke Gedung DPR/MPR pada Minggu (21/5). Aksi ini untuk memperingati 25 tahun reformasi.

Sekjen Aldera, Pius Lustrilanang mengungkap alasan Gedung DPR/MPR menjadi tujuan long march massa Aldera. Menurutnya, Gedung DPR/MPR memiliki sejarah dalam peristiwa reformasi.

“Di sinilah tempat bersejarah di mana ribuan mahasiswa menduduki DPR MPR 25 tahun yang lalu, yang menandai keberhasilan reformasi, ditandai dengan pidato presiden Soeharto menyatakan berhenti dari jabatannya. Ini napak tilas sejarahnya," kata Pius.

Massa sempat melakukan foto bersama di anak tangga Gedung Kura-Kura DPR. Pius menjelaskan, aksi itu sebagai reka ulang mengenang perjuangan mahasiswa untuk meruntuhkan rezim Orde Baru dan menuntut sistem demokrasi yang baik.

"Ini foto untuk mengenang kembali, mereka ulang kembali peristiwa yang terjadi 25 tahun lalu ketika ribuan mahasiswa menduduki gedung DPR MPR dan Gedung Kura-Kura. Dan itu foto paling ikonik di tahun 1998," ujar Pius.

"Kita mengulang kembali agar seluruh mahasiswa untuk ingat akan perjuangan reformasi dan setia pada demokrasi. Demokrasi ini harus tetap dirawat dijaga," lanjut mantan aktivis 98 yang kini dipercaya sebagai anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) ini.

Massa yang melakukan long march ini menggunakan dresscode baju hitam. Mereka mulai berdatangan ke Gedung DPR/MPR sejak pukul 05.30 WIB.

Tepat pukul 06.30 WIB, Pius melepas massa yang berkumpul di lapangan bola Gedung DPR/MPR untuk mulai bergerak jalan santai sekaligus napak tilas peristiwa unjuk rasa terbesar yang dilakukan elemen mahasiswa di Gedung DPR/MPR 21 Mei 1998 lalu.

Keluar dari pintu belakang DPR, massa Aldera melintasi Jalan Lapangan Tembak menuju Jalan Gerbang Pemuda kemudian masuk kembali ke dalam Gedung DPR/MPR melalui Jalan Gatot Subroto. Pius beserta para aktivis Aldera dan Roemah Djoeang turut serta dalam kegiatan Jalan Santai 25 Tahun Reformasi bertajuk 'Reformasi Memanggil' ini.

Setibanya di dalam kawasan DPR/MPR, massa Aldera memenuhi anak tangga Gedung Kura-kura dan berfoto bersama, seperti halnya mahasiswa yang berjuang menumbangkan rezim Presiden Soeharto di tahun 1998.

Selama long march hingga foto bersama di Gedung DPR/MPR, massa terus meneriakkan tiga jargon yaitu ‘tolak tiga periode’, ‘Konstitusi harga mati’ dan ‘jaga demokrasi’.

Rekomendasi