Tren Milenial Baca Buku Semakin Meningkat, Genre Fiksi Paling Digemari

"Inilah saatnya menjadikan membaca buku sebagai bagian tak terpisahkan dari kehidupan kekinian kita dan menjadi kualitas waktu bersama keluarga," kata Presiden Direktur Big Bad Wolf Indonesia Uli Silalahi.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Tren Milenial Baca Buku Semakin Meningkat, Genre Fiksi Paling Digemari
Big Bad Wolf 2019. ©2019 Merdeka.com/Arie Basuki

Presiden Direktur Big Bad Wolf Indonesia Uli Silalahi menyampaikan Bazar Buku Internasional 'Big Bad Wolf' (BBW) Books akan kembali hadir untuk para pencinta buku di Indonesia dari tanggal 26 Mei – 5 Juni 2023 di Hall 3-3A ICE BSD City Tangerang Selatan. Pameran ini gratis untuk semua pengunjung dan dibuka pukul 09.00-24.00 WIB.

"BBW Jakarta 2023 hadir dengan semangat membaca sebagai gaya hidup yang menyenangkan. Inilah saatnya menjadikan membaca buku sebagai bagian tak terpisahkan dari kehidupan kekinian kita dan menjadi kualitas waktu bersama keluarga. Baca Itu Keren akan menjadi inspirasi gaya hidup membaca untuk memperoleh informasi, wawasan, pengetahuan hingga hiburan keren," kata Uli, Jumat (19/5).

Uli mengungkapkan, BBW 2023 akan melakukan tur ke enam kota, di antaranya Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Balikpapan, dan kota keenam akan menjadi kejutan pemberhentian tur tambahan.

Sementara itu, pendiri pameran buku internasional Big Bad Wolf (BBW) Andrew Yap mengatakan Indonesia merupakan pasar paling potensial dalam penjualan buku karena pengaruh tingkat populasinya yang tinggi.

"Saya rasa karena Indonesia adalah salah satu negara yang berpopulasi besar di dunia. Dan Indonesia adalah negara yang paling berkembang dalam ekonomi. Jadi, semua orang ingin mendapatkan pengetahuan. Dan dari mana kita dapat pengetahuan? Dari buku. Jadi, reaksi di Indonesia adalah luar biasa," jelas Andrew.

Dia mengatakan masyarakat Indonesia khususnya kaum muda, mulai banyak yang membaca buku utamanya buku fiksi seperti 'Harry Potter' atau 'The Hunger Games' yang penjualannya sangat baik di Indonesia. Itu membuktikan bahwa kaum muda masih mau membaca buku dan tidak selalu terpaku pada gawainya.

Andrew juga meyakinkan pengunjung pada BBW tahun ini, ketersediaan buku fiksi akan ditambah untuk memuaskan pecinta buku fiksi tanah air. Selain buku bertema fiksi, buku tentang bisnis dan kesehatan juga menjadi incaran masyarakat muda untuk menambah pengetahuannya terhadap dunia luar.

Tidak hanya kaum muda, Andrew mengatakan tren pembaca anak-anak juga saat ini sedang meningkat. Terlebih selama perhelatan BBW di Indonesia yang sudah kali ke tujuh, banyak anak-anak yang ikut bertumbuh dengan buku-buku yang dijual di pameran buku impor ini.

Ini juga yang menjadi alasan buku kategori anak di BBW menjadi penjualan yang paling baik di antara genre lain karena orang tua yang juga menginginkan anaknya memiliki pengetahuan luas dan mempelajari Bahasa Inggris dari buku.

"Kategori terbesar adalah anak. Karena semua orang ingin anak-anak mereka besar dengan pengetahuan bahasa Inggris yang baik. Jadi buku anak adalah penjualan nomor satu di BBW," ucap Andrew.

Andrew ingin memiliki kesempatan untuk membuka pameran di Papua karena menurutnya pasar di Papua yang belum terlalu besar harus dikembangkan agar mereka juga mendapat akses buku lebih mudah.

"Memerlukan waktu untuk berkembang. Saya rasa, tahun ini atau tahun depan, kita akan siap untuk pergi ke kota-kota kecil seperti Papua. Jadi, kita pasti ingin berkembang. Dan apabila kita pergi ke Papua, lebih ramai orang tahu tentang kita, kemudian mereka datang," ujarnya.

Rekomendasi