Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Leonardus Harapantua Simarmata, mengatakan telah memeriksa tujuh saksi terkait tewasnya AKBP Buddy Alfrits Towoliu. Jasad Buddy ditemukan mengenaskan di rel kereta api Jatinegara pada Sabtu (29/4).
Ketujuh saksi yang diperiksa antara lain saudara dari Buddy Alfrits Towoliu, bernama Jonnaedy Towoliu, kemudian Wakil Kepala Stasiun Jatinegara, masinis, asisten masinis, patroli keamanan dalam (PKD) Stasiun Jatinegara dan dua personel dari satuan narkoba Polres Jaktim.
Hasil pemeriksaan sementara, Buddy mendatangi Polres Jaktim bersama Jonnaedy menggunakan kendaraan yang sudah disiapkan istri Buddy.
"Korban dengan saksi ini (Jonnaedy) berangkat dari rumah korban menuju ke Polres Metro Jakarta Timur menggunakan kendaraan yang sudah disiapkan oleh istri (Buddy)," jelasnya di Polres Jakarta Timur, Senin (1/5).
Advertisement
Tidak Menyetir Sendiri karena Sedang Pemulihan
Korban tidak membawa mobil sendiri karena masih dalam tahap pemulihan pascaoperasi batu empedu.
"Kemudian menggunakan mobil, saudara korban dan pendamping korban sampai di Polres Metro Jakarta timur," paparnya.
Kemudian, korban bersama sang sepupu tiba di Polres dan langsung menuju ruang Kasat Resnarkoba yang terletak di lantai 4.
"Korban sarapan pagi yang sudah disiapkan oleh istrinya dari di rumah. Di ruangan ini korban sempat berganti baju kemeja berwarna putih,” katanya.
Advertisement
Kesaksian Masinis
Sementara itu berdasarkan kesaksian dari masinis, korban sempat terlihat dari jarak 300 meter dengan kereta yang akan masuk ke Stasiun Jatinegara.
"Jarak sekitar 300 meter ini, saksi melihat korban berdiri seorang diri sambil mungkin melihat menengok ke kanan dan ke kiri tembok bagian dalam pembatas areal dan Jalan Raya Bekasi Timur," jelasnya.
Kemudian saksi melihat korban berjalan ke rel jalur 3 atau tempat TKP. Selanjutnya korban tertabrak dan tewas di tempat.
"Lanjutnya korban tertabrak dan meninggal dunia," pungkasnya.