Saat Jenderal Bintang Dua Bikin Grogi Hasan, Pemudik Tujuan Kuningan Gunakan Bajaj

Pria berperawakan brewok itu nampak tersenyum antara senang dan gugup, ketika kendaraan bajajnya disambangi Karyoto untuk sekedar berdialog dan mengasih imbauan.

Bachtiarudin Alam
Oleh Bachtiarudin Alam - Reporter
Saat Jenderal Bintang Dua Bikin Grogi Hasan, Pemudik Tujuan Kuningan Gunakan Bajaj
Kapolda Metro temui pemudik gunakan bajaj. ©2023 Merdeka.com

Hasanuddin (65) warga Jakarta Utara terlihat gugup ketika disapa Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Karyoto ketika beristirahat posko pelayanan kesehatan Polres Bekasi, Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, Kamis (20/4).

Pria berperawakan brewok itu nampak tersenyum antara senang dan gugup, ketika kendaraan bajajnya disambangi Karyoto untuk sekedar berdialog dan memberikan imbauan.

"Harusnya kalau ini (mudik) jangan naik bajaj lah, mending naik mobil umum (bus)," kata Karyoto yang dibalas senyum oleh Hasanuddin.

Selama perbincangan santai, Karyoto turut mengimbau Hasanuddin agar berhati-hati selama perjalanan. Dengan menanyakan kesiapan mulai mesin sampai ban cadangan.

"Saya khawatir kalau terjadi apa-apa, kalau ban nya ini ada berapa?" tanya Karyoto.

"Sudah bawa dua pak," ucap Hasanuddin.

Di tengah perbincangan itu, Karyoto pun tak lupa memberikan solusi kepada Hasanudin untuk menawarkan tiket mudik gratis yang setiap tahun diselenggarakan Polda Metro Jaya.

"Kalau suatu saat mudik naik bis gratis mau enggak?" kata Jenderal Bintang Dua tersebut.

"Mau dong," saut Hasanudin.

Usai berbincang dengan Karyoto, kepada awak media Hasanudin menceritakan alasannya mudik menggunakan bajaj sudah ia lakoni sejak 2015 atau 8 tahun silam. Ia khawatir bila kendaraan kesayangannya itu akan digondol maling jika ditinggal.

"Karenakan ini bajaj pribadi. Kalo ditinggal di sana takut ilang. Jadi dibawa saja sekalian. Jadinya setiap tahun saya pulang mudik dari tahun 2015 saya pakai bajaj," ucapnya.

Biaya yang lebih ekonomis, juga menjadi salah satu alasan Hasan melakoni perjalanan mudik menggunakan bajaj. Ia merinci, satu kali perjalanan Jakarta-Kuningan menghabiskan bahan bakar minyak (BBM) sebanyak 15 liter atau setara dengan Rp150.000.

Kemudian, biaya lainnya adalah untuk servis bajaj, seperti ganti oli, periksa mesin dan kampas rem."Ke kuningan, bensinnya 15 liter. Ganti oli, periksa mesin. Servis dulu. Cek rem. Pokoknya serba bagus dah," ujarnya.

Rekomendasi