Suka Duka Rizki Mudik dari Tangerang ke Semarang Naik Sepeda, Mengayuh Sejauh 468 Km

Rizki mengayuh sepeda 'Federal'-nya sejak dari Lippo Tangerang sejak Minggu (16/4) kemarin menuju ke Semarang Mijen. Di hari itulah, berbagai pengalaman berkesan dia dan rombongan rasakan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Suka Duka Rizki Mudik dari Tangerang ke Semarang Naik Sepeda, Mengayuh Sejauh 468 Km
Pemudik Naik Sepeda Onthel. ©2023 Merdeka.com

Rizki Hanafi (39) pemudik asal Tangerang rela mengayuh sepeda kesayangannya ke Semarang bersama rombongan teman. Kedatangannya ke Semarang sekaligus merayakan Lebaran 2023 di kampung halaman Semarang.

Bukan hal yang mudah untuk menempuh perjalanan sepanjang 468 kilometer. Tetapi bagi Rizki, pengalaman melintas jalur pantura mulai kehujanan hingga ban bocor menjadi kesan tersendiri.

"Saya bareng-bareng jadi terkesan tidak bosan. Lewat jalur pantura kalau capai istirahat. Ini bagian hobi kesenangannya," kata Rizki.

Rizki mengayuh sepeda 'Federal'-nya sejak dari Lippo Tangerang sejak Minggu (16/4) kemarin menuju ke Semarang Mijen. Di hari itulah, berbagai pengalaman berkesan dia dan rombongan rasakan.

Hujan Hingga Ban Bocor

Pernah suatu ketika. Saat perjalanan mengayuh sepeda tiba-tiba cuaca mendung dan membuat dia dan rombongan memutuskan untuk istirahat sejenak.

"Sampai Karawang kami berteduh sebentar hingga dua jam. Sembari berteduh kami bersama kawan-kawan saling bertukar pikiran ketika nanti sampai rumah merayakan Lebaran," ungkapnya.

Usai hujan reda, rombongannya melanjutkan perjalanan mengayuh sepeda menyusuri jalur pantura. Diakuinya, sempat ada kebosanan karena melintasi jalur Indramayu-Cirebon hanya jalur datar.

"Jalur jaraknya lumayan dan pemandangannya datar. Itu yang buat bosan," ujarnya.

Tak hanya itu tantangan yang dihadapi. Sesampainya di Kota Cirebon, ban sepedanya mengalami bocor.

"Saya memutuskan transit di rumah singgah (untuk komunitas pesepeda) di Cirebon, lalu beberapa kali istirahat sebentar," jelasnya.

Ingin Segara Rendam Kaki dengan Air Panas

Sembari beristirahat, ia menunjukkan bawaannya antara lain tikar kecil, sleeping bag, hingga kebutuhan pribadi. Sepedanya juga dilengkapi senter kecil di depan, lalu lampu kelap kelip bagian belakang.

"Kalau dari batang ke Semarang ini saya mau santai saja. Saya emang paling suka kalau mudik malam, tidak panas," kata pria yang aktif di komunitas sepeda itu.

Rizki bercerita, tidak mengeluarkan untuk sedikitpun pada mudik kali ini. Sebab, pemudik pesepeda asal Pekalongan menanggung segala akomodasi rombongannya. Rencananya sesampai di rumah, dia akan berendam di air hangat untuk mengendurkan otot kakinya.

"Saya dari Tangerang rombongan delapan orang. Ada yang turun (tujuan)di Tegal, lalu Pekalongan. Dari Pekalongan sampai Semarang, saya sendirian," kata karyawan sebuah sekolah internasional itu saat ditemui di Alun-alun Kabupaten Batang, Jawa Tengah, kamis (20/4).

Rekomendasi