Beda Sikap Soal Timnas Israel, Gibran Pastikan Hubungan dengan Ganjar Tetap Baik

Wali Kota Gibran tak mempermasalahkan perbedaan sikapnya dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo ihwal Piala Dunia U-20. Beberapa waktu lalu seniornya di PDIP menyatakan menolak kehadiran timnas Israel di Indonesia.

Arie Sunaryo
Oleh Arie Sunaryo - Reporter
Beda Sikap Soal Timnas Israel, Gibran Pastikan Hubungan dengan Ganjar Tetap Baik
Gibran dan Bobby rapat bareng Ganjar. ©2022 Merdeka.com/Antara

Wali Kota Gibran tak mempermasalahkan perbedaan sikapnya dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo ihwal Piala Dunia U-20. Beberapa waktu lalu seniornya di PDIP menyatakan menolak kehadiran timnas Israel di Indonesia.

Pernyataan Ganjar yang sama sebelumnya juga diungkapkan Gubernur Bali Wayan Koster. Politisi PDIP itu bahkan secara resmi menolak kedatangan timnas Israel untuk mengikuti drawing Jumat 31 Maret 2023.

Gibran mengaku masih menjalin komunikasi dengan Ganjar, kendati memiliki perbedaan pendapat mengenai timnas Israel bermain di Indonesia.

Ikuti berita Ganjar Pranowo di Liputan6.com

"Sampun, sampun, ya sudah (komunikasi). Tapi kita baik-baik saja kok, sama-sama pecinta sepak bola," ujar Gibran kepada wartawan di gedung DPRD Kota Solo, Rabu (29/3).

Putra sulung Presiden Joko Widodo menyampaikan, sebelum menyanggupi menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20, seluruh wali kota/bupati harus menandatangani sejumlah kesepakatan. Untuk Solo sendiri kesepakatan itu juga ditandatangani oleh FX Hadi Rudyatmo, saat masih menjabat Wali Kota Solo. Sementara untuk Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, ia mengaku tidak mengetahuinya.

"Saya kurang tahu. Saya cuma komitmen dengan yang sudah kita tandatangani tahun 2021 lalu," jelas dia.

"Zamannya pak Rudy, saya lanjutnya dan saya tanda tangan lagi dengan agreement baru. Artinya pak Rudy dulu sudah komitmen, saya lanjutkan, saya komitmen juga. Kalau saya enggak komitmen enggak akan saya tandatangani. Enggak ikut mengajukan diri jadi tuan rumah," terang Gibran.

Berita lengkap mengenai Ganjar Pranowo bisa diakses di Liputan6.com

Gibran mengatakan, seluruh kewajiban tuan rumah sudah tertuang dalam kesepakatan tersebut. Dia hanya menghormati perjanjian yang sudah ada dan ditandatangani kedua belah pihak.

"Kalau aku mau protes, aku protes sebelum tanda tangan itu. Sesimpel itu. Venue sudah jadi, anggaran sudah keluar. Sini sudah capai semua. baru protes, ngapain protesnya sekarang. Sudah capek, tenaganya sudah habis," kata dia.

Gibran enggan menanggapi saat di singgung ungkapan kekecewaan itu juga ditujukan untuk Ganjar.

"Yo embuh, tafsiren dewe (Enggak tahu lah, tafsirkan sendiri). Kene wis wira wiri nengendi-endi, wis nyaipake. Mesakke singg nyiapke (kita sudah bolak balik, ke sana kemari, sudah nyiapin, kasihan yang nyiapin)," keluhnya.

Gibran menyayangkan sikap sebagian tokoh kepada tim Israel yang hanya akan main bola di Indonesia. Dan bukan berpolitik atau memiliki tujuan lain.

"Lha orang-orang ke sini kan mau main sepak bola, kenapa pada ribut. Kecuali ke sini mau menjajah, saya tolak," tegasnya.

Tak hanya Ganjar dan Wayan Koster, indikasi penolakan juga dilakukan oleh partai induk Gibran maupun kedua gubernur, yakni PDIP. Namun Gibran menyatakan hingga saat ini tidak ada arahan dari DPP PDIP terkait sikap terhadap timnas Israel.

"Rahasia, enggak tahu, enggak lah," ucap Gibran.

Rekomendasi