Angin Kencang Terjang Tangsel, Sejumlah Pohon Tumbang hingga Tutup Jalan

Kejadian itu disebabkan angin kencang disertai hujan deras yang mengguyur Tangerang Selatan, Selasa (28/2).

Kirom
Oleh Kirom - Reporter
Angin Kencang Terjang Tangsel, Sejumlah Pohon Tumbang hingga Tutup Jalan
Pohon Tumbang. ©2022 Merdeka.com

Sejumlah wilayah di Tangerang Selatan dilaporkan terjadi pohon tumbang hingga menutup akses jalan masyarakat. Kejadian itu disebabkan angin kencang disertai hujan deras yang mengguyur Tangerang Selatan, Selasa (28/2).

Tak hanya pohon tumbang, tenda wisuda Universitas Terbuka (UT) di wilayah Kecamatan Pamulang dilaporkan roboh hingga menimpa beberapa kendaraan yang parkir di bawah tenda depan auditorium tempat pelaksanaan wisuda.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Tangsel, M.Faridzal Gumai, mengakui adanya beberapa kejadian yang disebabkan angin kencang yang melanda sejumlah wilayah tak hanya di Tangerang Selatan.

“Hari ini kami menerima beberapa laporan kejadian pohon tumbang,” ungkap Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Tangsel, Faridzal Gumai, dikonfirmasi Selasa (28/2).

Faridzal menuturkan ada tiga laporan kejadian pohon tumbang di Kecamatan Pondok Aren dan Serpong Utara. Sementara kejadian tenda roboh di kampus UT, pihaknya belum menerima laporan tersebut.

“Untuk korban akibat pohon tumbang tidak ada. Hanya kerugian bagi pengguna jalan dan terputusnya akses kabel listrik. Karena dari tiga laporan semua pohon itu menimpa kabel listrik dan memutus akses jalan warga,” jelas dia.

Untuk kejadian pohon tumbang terjadi di perumahan Villa Melati Mas, Kecamatan Serpong Utara, yang menimpa kabel listrik dan menyebabkan akses jalan warga tertutup.

"Kemudian dua kejadian di Komplek Pajak, Kecamatan Pondok Aren, kejadian pohon tumbang yang juga menimpa kabel listrik dan menutup akses jalan warga. Untuk korban nihil," ucap dia.

Berdasarkan hasil analisis BMKG Banten wilayah II Tangerang Selatan, diminta waspada terhadap anomali cuaca terutama hujan sedang hingga lebat yang disertai kilat dan petir serta angin kencang.

“Sementara tinggi muka air di sejumlah Daerah Aliran Sungai (DAS) terpantau masih cukup aman,” ungkap dia.

Rekomendasi