Ini Materi Kursus Pengamanan Sepak Bola yang Diikuti Polri selama 9 Hari

Polri merampungkan Kursus Manajemen Pengamanan Stadion dengan mendatangkan tenaga pengajar dari Conventery University Inggris. Kegiatan ini dalam rangka meningkatkan kualitas dari pengamanan sepakbola di Indonesia.

Bachtiarudin Alam
Oleh Bachtiarudin Alam - Reporter
Ini Materi Kursus Pengamanan Sepak Bola yang Diikuti Polri selama 9 Hari
Ilustrasi pengamanan sepak bola. ©2022 AFP

Polri merampungkan Kursus Manajemen Pengamanan Stadion dengan mendatangkan tenaga pengajar dari Conventery University Inggris. Kegiatan ini dalam rangka meningkatkan kualitas dari pengamanan sepakbola di Indonesia. Kursus digelar selama 9 hari sejak Januari sampai 2 Februari 2023.

Asisten Kapolri bidang Operasi (Asops) Irjen Agung Setya Imam Effendi menjabarkan hasil yang jajarannya dapat. Hari pertama terkait simulasi pengamanan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta.

"Hasil dari simulasi pengamanan sebagai berikut. Yang pertama proteksi ancaman terhadap terdapat dua objek vital yang berdekatan yaitu gedung DPR, perkantoran pemerintah dan pusat perbelanjaan," kata Agung saat Penutupan Kursus Manajemen Pengamanan Stadion di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (1/2).

Selain itu, materi menyangkut kerentanan banyaknya akses masuk ke SUGBK yaitu 94 pintu kecil dan 20 akses jalan raya. Termasuk juga manajemen risiko yang ternyata belum dijalankan secara maksimal oleh pengelola.

"Kemudian manajemen risiko belum dilakukan maksimal oleh pengelola," katanya.

Hari kedua, peserta yang terdiri dari 65 personel terdiri dari 55 dari internal Polri dan 10 dari eksternal Polri yakni dari Kemenpora, Kemenkes, PSSI, Kemen PUPR dan PT LIB melakukan analisis pertandingan sepak bola dan pemutaran video kerusuhan suporter di Skotlandia.

"Dengan hasil diskusi dapat disimpulkan, bahwa yang pertama perlu penyiapan jalur exit bagi penonton yang akan keluar lapangan jika sewaktu-waktu terjadi kerusuhan. Yang kedua perlu diadakan fasilitas kesehatan dan pemadam kebakaran," sebutnya.

"Ketiga bila terjadi perubahan dari situasi hijau dan kuning ke situasi merah. Pengamanan di zona satu oleh senior security officer dengan kendali teknis oleh kepolisian, dan jika di zona dua sepenuhnya oleh aparat kepolisian," tambah dia.

Pada hari ketiga, para peserta juga melakukan diskusi bagaimana serah terima kendali teknis untuk perputaran kendali teknis antara senior security officer kepada polisi ketika situasi masuk kategori merah.

"Perputaran kendali teknis dari senior security officer kepada petugas Kepolisian harus selalu melihat pada sikon yang dinamis dan membuat keputusan dengan cepat apa yang dilakukan," jelas Agung.

Dalam situasi merah, Agung mengatakan pengamanan stadion akan terbagi jadi dua zona. Zona 1 di dalam stadion dipegang senior security officer dan zona dua oleh kepolisian.

"Ketiga, membuat rencana pengamanan mengacu Perarutan Polisi No 10 Tahun 2022 tentang pengamanan penyelenggaraan kompetisi olahraga," ucapnya.

Pada hari keempat, dilakukan diskusi tentang penerapan aplikasi worse stewart dan leadership. Aplikasi worse stewart adalah alat dari kepolisian Amerika Serikat untuk mengidentifikasi suatu lokasi termasuk lokasi di dalam stadion

"Apabila terjadi insiden dapat mendeteksi suatu aplikasi yg tentu perlu kita akan kita pelajari dan akan kita manfaatkan kompetisi sepak bola khususnya dalam pengamanan. Kedua kepemimpinan ditunjukan oleh pekerjaan yang harus dilakukan dan tantangan yang akan dihadapi," tuturnya.

Hari berikutnya, para peserta dan pemateri meninjau langsung kesiapan Polres Bekasi dalam rangka kegiatan pengamanan pertandingan sepak bola antara Persija dan Persikabo di stadion Patriot Chandra, Bekasi.

Tim Pengajar menyimpulkan bahwa sistem pengamanan yang diterapkan Polri pada Stadion Patriot Chandra, Bekasi sudah cukup baik.

"Dalam penempatan personel dan jumlah personel sudah masuk dalam standar pengamanan yang cukup baik dan akan menjadi bahan pembahasan pada materi berikutnya," ucapnya.

Setelah mengamati pengamanan dalam Laga Persija dan Persikabo, maka dilanjutkan dengan diskusi tentang perlindungan dari ancaman protektif dalam stadion. Ini merupakan materi di hari ke-6.

"Hasil yang didapat dari diskusi, yaitu tidak ada konsep keamanan dan keselamatan yang mutlak dalam menghadapi ancaman terorisme tanpa menggunakan panduan yang tepat guna mengurangi resiko serendah mungkin," kata Agus.

"Yang kedua yang perlu dikelola dalam penanganan resiko yaitu mengidentifikasi keamanan, menentukan kerentanan yang dihadapi, mengidentifikasi langkah, mengurangi resiko, meninjau keamanan dan melatih rencana pengamanan," sambungnya.

Pada hari ke-7, peserta menganalisis kekurangan adanya jalur evakuasi di stadion terhalang oleh kendaraan parkir dari Stadion Patriot Bekasi.

"Kedua suporter yang duduk di rel tiang penyangga selama pertandingan beresiko jatuh, yang ketiga steward memiliki koneksi radio yang terbatas dan tidak memiliki earphone. Sehingga sulit mendengar selama kebisingan penonton berlangsung," bebernya.

Termasuk dengan keamanan layar CCTV yang lebih baik ditempatkan di ruang kontrol bersama SSO kepolisian dan mitra pengamanan atau penyelenggara pertandingan.

Hari ke-8, digelar kegiatan penutupan dilaksanakan sebagai penutupan rangkaian kegiatan khusus. Dengan turut ditutup secara simbolis oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Dilanjutkan esok harinya, digelar evaluasi kegiatan khusus dari serangkaian kegiatan ini.

Diketahui, kurus ini mengundang lima tenaga pengajar; Prof Mike Hardy; Prof David Mcllhatton, John Cuddihy dari Conventery University Inggris. Kemudian, Calum Glenny selaku Match Commander dan Patrick O'Callaghan dari kepolisian Scotland yang berpengalaman menjadi komandan pengamanan Piala Dunia Qatar 2022 bisa memberikan peningkatan kualitas pengamanan sepakbola Indonesia.

"Semua kegiatan berjalan dengan baik dan tertib secara lancar semua peserta sampai dengan penutupan sehat wal afiat," imbuhnya.

Rekomendasi