74 Gempa Susulan Terjadi di Karangasem, Warga Diimbau Tetap Tenang

Hasil analisa BMKG menunjukkan bahwa gempa bumi ini berkekuatan 3,6 magnitudo berlokasi di laut pada jarak 16 kilometer timur laut Karangasem, Bali pada kedalaman 10 kilometer.

Moh. Kadafi
Oleh Moh. Kadafi - Reporter
74 Gempa Susulan Terjadi di Karangasem, Warga Diimbau Tetap Tenang
Rumah Rusak Akibat Gempa Karangasem Bali. ©2022 Merdeka.com

Gempa bumi susulan kembali terjadi di wilayah Kabupaten Karangasem, Bali, Rabu (14/12) sore. Gempa susulan kali ini berkekuatan magnitudo 3,6.

Kepala Balai Besar MKG (BBMKG) Wilayah III Denpasar Cahyo Nugroho mengatakan, pada pukul 18.44 WITA, wilayah Karangasem diguncang gempa bumi tektonik. Hasil analisa BMKG menunjukkan bahwa gempa bumi ini berkekuatan 3,6 magnitudo berlokasi di laut pada jarak 16 kilometer timur laut Karangasem, Bali pada kedalaman 10 kilometer.

"Jenis dan mekanisme gempa bumi dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar naik busur belakang flores atau flores back arc thrust," kata Cahyo.

Dampak Gempa

Sementara dampak dari gempa bumi berdasarkan laporan masyarakat berupa guncangan dirasakan di wilayah Karangasem, Kuta, dan Lombok Barat. Getaran dirasakan beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

"Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan tsunami dengan sumber gempa bumi tektonik menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," ujar dia.

Dia menyebutkan gempa bumi ini merupakan susulan dari gempa bumi utama magnitudo 5,2 pada Selasa (13/12) kemarin hingga pukul 19.00 WITA. Hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 74 aktivitas gempa bumi susulan dengan magnitude terbesar 4,6.

"Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah," tandasnya.

Rekomendasi