Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar, Jawa Timur, menangani bencana banjir yang terjadi di empat kecamatan dengan 13 titik lokasi kejadian. Kepala BPBD Kabupaten Blitar Ivong Bettryanto menyatakan, banjir itu terjadi bukan karena kiriman air dari Malang, melainkan karena volume air mengalami kenaikan saat hujan lebat dan tidak mampu tertampung, sehingga mengalir ke daerah di bawahnya.
"Kami lakukan penanganan bencana dahulu, langkah ke depannya akan dikoordinasikan dengan lintas sektoral. Yang terdampak ini ada 1.094 KK dan yang mengungsi 465 orang, ini bisa bertambah. Ini di Sutojayan," kata Ivong, Selasa (18/10).
Banjir di Kabupaten Blitar tersebar di Kecamatan Binangun. Beberapa desa yang terdampak antara lain Desa Salamrejo, kemudian Dusun Kedungjati di Desa Rejoso dan Desa Binangun. Kemudian di Kecamatan Panggungrejo, banjir menimpa Desa Kalitengah dan Desa Serang.
Pada Kecamatan Wonotirto, banjir terjadi di Pasar Ngeni, Desa Ngeni dan di Kecamatan Wates, banjir terjadi di Desa Tugurejo.
Sementara di Kecamatan Sutojayan, banjir melanda Desa Sumberjo, Desa Bacem, Desa Kalipang, Lingkungan Gondanglegi di Kelurahan Sutojayan, Lingkungan Purworejo di Kelurahan Sutojayan dan Lingkungan Sutojayan, Kelurahan Sutojayan.
Menurut Ivong, banjir di Kelurahan Sutojayan, Kecamatan Sutojayan cukup parah, di mana ketinggian air mencapai satu meter hingga menyebabkan air masuk ke rumah warga.
Untuk menampung warga yang terdampak dari Desa Sutojayan, BPBD Kabupaten Blitar telah membuat posko pengungsian yang menempati aula Kelurahan Sutojayan sertafasilitas umum lainnya seperti gedung pertemuan, hingga rumah warga dengan total jumlah pengungsi hingga 465 jiwa.
"Kalau di Sutojayan itu sampai satu meter, jadi warga dievakuasi ke tempat yang lebih aman. Lokasi evakuasi di kantor kelurahan itu sekalian kami dirikan dapur umum," tutur Ivong.
Selama proses evakuasi, warga juga menerjunkan perahu karet. Hal ini karena jalan yang tertutup air sehingga proses evakuasi sulit dilakukan menggunakan kendaraan. Terlebih lagi jika korban banjir yang akan dievakuasi meruapakan lansia, dengan adanya perahu karet itu sangat membantu proses evakuasi.
Selain merendam sebagian rumah warga, banjir juga merendam beberapa fasilitas umum hingga jembatan yang tidak bisa dilalui serta terdapat 33 ternak hanyut, 2.500 ayam petelur terdampak, tujuh kandang rusak, dan jalan yang masih teredam air.
Ivong mengungkapkan tim evakuasi juga terus melakukan siaga dalam musibah ini. Petugas juga terus menyisir kemungkinan ada warga yang belum dievakuasi ke tempat yang lebih aman.
"Kami sediakan delapan perahu karet, kami masih terus cari, menyisir warga masih bertahan," kata dia.
Pihaknya juga melakukan koordinasi dengan lintas sektoral terkait dengan kesehatan warga. Sehingga warga yang mengungsi tidak hanya mendapat fasilitas konsumsi namun kesehatan mereka juga tetap diperhatikan.
"Jadi, untuk kesehatan kami koordinasi dengan dinas kesehatan, kami siapkan itu. Jika ada warga yang membutuhkan tindakan petugas siap," kata dia.
Terkait dengan korban jiwa, Ivong mengatakan belum ada laporan. Namun BPBD tetap siaga dan mengimbau warga untuk terus berhati-hati.
Reporter: Putri Oktafiana