Upaya personel Polres Tarakan menangkap buronan kasus penganiayaan dan pencurian berbuah petaka. Saat mereka mencoba menembak target, yang terkena justru seorang wanita yang berjualan BBM di pinggir jalan.
Wanita yang tertembak berinisial HS (32). Dia masih mendapat perawatan intensif karena peluru petugas menembus tubuhnya. Sementara kasus penembakan itu tengah ditangani Bidang Propam Polda Kalimantan Utara.
Berdasarkan informasi dihimpun, penembakan terjadi di kawasan Juata Permai, Tarakan Utara sekitar pukul 13.30 Wita. Saat itu personel kepolisian tengah mengejar BG, terduga pelaku penganiayaan dan pencurian yang masuk daftar pencarian orang (DPO).
"Benar. Jadi anggota lagi lidik mengejar DPO kasusnya penganiayaan, ada juga pencurian. Jadi ada informasi, pelaku ada di rumahnya. Tim bergerak ternyata dia (pelaku BG) sudah tidak ada di rumahnya," kata Kapolres Tarakan AKBP Taufik Nurmandia dikonfirmasi merdeka.com, Kamis (29/9) sore.
Advertisement
Pelaku Terlihat Mengendarai Motor
Taufik menerangkan tim akhirnya kembali ke markas Polres Tarakan. Di tengah perjalanan, mobil yang digunakan kehabisan BBM sehingga singgah membeli dan mengisinya di pinggir jalan.
"Terlihat dari spion mobil ada dia (pelaku BG) naik motor mau berpapasan dengan mobil anggota. Anggota keluar coba menyetop pelaku ini, ditabraklah anggota," ujar Taufik.
"Anggota lain di dalam mobil keluar, mau menembak pelaku (BG) yang lari ke belakang mobil. Nah, pas di samping mobil, korban (wanita inisial HS) lagi isi BBM sambil jongkok. Waktu anggota menembak, ibu itu kemudian berdiri memutar dan tembakan terkena di punggung tembus di pinggang," sebut Taufik.
Advertisement
Petugas Berupaya Selamatkan Korban
Menurut Taufik, personelnya tidak lagi mengejar DPO itu. Mereka langsung membawa korban ke RSUD Tarakan untuk segera mendapatkan penanganan medis RS.
"Karena ibu ini bilang sepertinya kena (tembak) karena bagian belakang, badannya panas. Anggota tidak lagi peduli yang mau ditangkap itu, dan ibu itu dibawa ke RS. Yang penting selamatkan dulu ibu itu," sebut Taufik.
Dari keterangan petugas medis RS, tidak ada proyektil yang diangkat dari tubuh ibu itu. "Sedangkan berkaitan personel, sekarang ditangani Propam Polda. Mungkin ada sedikit kelalaian, nanti Propam (yang menyelidiki)," ungkap Taufik.
"Bukan sengaja. Karena kan namanya musibah. Suami ibu itu Alhamdulillah sementara ini tidak mempermasalahkan. Untuk biaya, sementara ditanggung Polres untuk kesembuhannya," jelas Taufik.
Masih disampaikan Taufik, Kapolda Kalimantan Utara Irjen Pol Daniel Adityajaya juga datang menjenguk korban HS di RSUD Tarakan, Rabu (28/9) kemarin. Dia memastikan biaya pengobatan hingga sembuh ditanggung kepolisian.
"Doakan mudah-mudahan ibu itu lekas sembuh," pungkas Taufik.