Polisi Sterilisasi PLTP Dieng yang Bocor hingga Menewaskan 1 Orang

Pernyataan tersebut disampaikan setelah sembilan orang diduga keracunan gas beracun saat melakukan persiapan pengeboran di Sumur PAD 28 Geo Dipa.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Polisi Sterilisasi PLTP Dieng yang Bocor hingga Menewaskan 1 Orang
PLTP Dieng. ©2017 Merdeka.com/Arie Basuki

Kepolisian Resor Banjarnegara, Jawa Tengah, telah melakukan sterilisasi dan olah tempat kejadian perkara (TKP) menyusul dugaan kebocoran gas di lokasi sumur pengeboran Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Dieng.

"Tim dari Polres Banjarnegara telah langsung melokalisir dan melakukan sterilisasi," kata Kapolres Banjarnegara AKBP Hendri Yulianto melalui siaran pers yang diterima di Purwokerto, Sabtu (12/3).

Pernyataan tersebut disampaikan setelah sembilan orang diduga keracunan gas beracun saat melakukan persiapan pengeboran di Sumur PAD 28 Geo Dipa.

Pada saat itu, diduga terjadi kebocoran pipa sehingga mengakibatkan keluarnya gas H2S dari sumur sehingga menyebabkan mereka mengalami kejang sesak nafas dan muntah. Dalam kejadian tersebut satu orang dilaporkan meninggal dunia.

Hendri menyebutkan akan segera menginformasikan perkembangan hasil olah TKP yang telah dilakukan oleh tim dari Polres Banjarnegara.

"Tim masih melakukan olah TKP dan perkembangan selanjutnya akan segera kami 'update'," tutur dia.

Hendri menambahkan bahwa sesaat setelah kejadian, para korban langsung dilarikan ke Puskesmas Kejajar 1 dan setelah itu dirujuk ke RSUD Wonosobo.

"Kami juga telah mengecek secara langsung kondisi para korban yang saat ini sedang dirawat di RSUD KRT Setjonegoro, Wonosobo," kata Hendri, dikutip Antara.

Penjelasan Geo Dipa

PT Geo Dipa Energi (Persero) angkat bicara terkait kebocoran gas di Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Dieng wilayah Banjarnegara, Jawa Tengah, Sabtu (12/3). Insiden itu menewaskan satu orang dan sembilan lainnya harus menjalani perawatan di RSUD KRT Soetjonegoro Wonosobo.

"Tidak terjadi ledakan di lokasi sumur yang dibor, sebagaimana informasi yang tersebar di media sosial, karena sumur dalam posisi dimatikan. Pekerja diduga terkena gas beracun yang terkonsentrasi di dalam alat pompa bor," kata Kepala Bagian Humas PT Geo Dipa Energi Unit Dieng Chorul Anwar, seperti dilansir Antara.

Menurut dia, lokasi saat ini sudah aman. Warga tidak perlu dikhawatirkan terjadi gas beracun susulan. Apalagi sumur sudah dalam posisi dimatikan dan sedang tidak aktif sehingga tidak akan muncul gas beracun seperti yang dikhawatirkan.

Korban Tewas Akibat Keracunan Gas

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjarnegara Aris Sudaryanto mengatakan korban keracunan sebanyak 9 orang, satu di antaranya meninggal dunia dan delapan orang dirujuk ke RSUD Wonosobo. Aris menyebutkan para korban, yakni Sulthon Amin warga Riau, Sutrisno (Tuban), Edi Yanuar (Cepu), Irfan Afandi (Tolili Barat), Agus (Kalikajar) , Mattew Sinaga (Bandung), Slamet (Banjarnegara), Endang, dan yanmg meninggal dunia atas nama Lilik warga Magelang.

Dari informasi yang didapat bahwa para pekerja tersebut sedang melakukan persiapan pengeboran di sumur PAD 28 Geo Dipa kemudian diduga keluar gas H2S dari sumur yang menyebabkan pekerja keracunan. Berdasarkan informasi sebagian korban sudah dalam kondisi sadar, namun beberapa korban belum stabil.

Kejadian ini terjadi sekitar pukul 16.00 WIB dan bermula dari gas beracun yang tiba-tiba keluar dari Wellpad 28. Wellpad 28 unit merupakan lokasi pengeboran sumur panas bumi milik PT Geodipa Energi.

Lokasi wellpad ini berada di Dusun Pawuan, desa karangtengah dan berada di atas spbu dieng kulon dan Dekat jalan raya.

Rekomendasi