Gempa di Paser Akibat Sesar Meratus, Berpotensi Terjadi di Ibu Kota Baru

Sesar Meratus merupakan sesar lokal yang memanjang dari Kalimantan Selatan mengarah ke utara. Meski pemetaannya belum detil namun ujung dari sesar Meratus ada di sekitar wilayah kabupaten Paser.

Saud Rosadi
Oleh Saud Rosadi - Reporter
Gempa di Paser Akibat Sesar Meratus, Berpotensi Terjadi di Ibu Kota Baru
Ilustrasi gempa. Ilustrasi shutterstock.com

Gempa tektonik magnitudo 4,5 mengguncang wilayah Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, Selasa (1/3) sore. Lokasi gempa berbatasan langsung dengan wilayah Ibu Kota Negara (IKN) baru di Penajam Paser Utara (PPU). Gempa terjadi akibat aktivitas sesar Meratus.

Sesar Meratus merupakan sesar lokal yang memanjang dari Kalimantan Selatan mengarah ke utara. Meski pemetaannya belum detil namun ujung dari sesar Meratus ada di sekitar wilayah kabupaten Paser.

"Kalau menurut monitoring di alat kami, di Kalimantan itu ada tiga sesar. Di antaranya sesar Meratus, Sesar Mangkalihat dan sesar Tarakan. Dari 2019 sampai sekarang aktivitasnya memang ada, dan sudah kami plotting," kata Kepala Stasiun Geofisika Balikpapan Rasmidi, dikonfirmasi wartawan, Selasa (1/3).

Rasmidi mencontohkan pada bulan sebelumnya terjadi gempa bermagnitudo 4. "Jadi untuk di wilayah Kalimantan bagian timur memang ada sesar-sesar lokal itu," ujar Rasmidi yang akrab disapa Rasmid itu.

Dari pengamatan pengukuran, guncangan Magnitudo 4,5 di Kabupaten Paser sore tadi berskala II-III MMI (Modified Mercalli Intensity). Getaran yang dihasilkan seperti truk yang melintas.

"Itu pun hanya beberapa detik saja. Tergantung dari jenis tanahnya. Kalau tanahnya keras, durasi getaran sebentar. Tapi kalau wilayah tanah endapan tebal maka akan lebih terasa. Tergantung dari kondisi dari tanah lokal juga," terang Rasmid.

Dampak ke Ibu Kota Baru

Rasmid juga mengungkap dampak gempa bagi wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN) di Penajam Paser Utara (PPU). Hasil monitoring dilakukan pihak BMKG terungkap bahwa wilayah Ibu Kota Baru berpotensi terjadi gempa akibat sesar lokal tersebut.

"Kalau untuk wilayah IKN, kami pada tahun kemarin sudah melakukan kajian pengukuran di sana. Ternyata hasilnya memang potensi gempa, untuk seismisitas-nya jauh lah. Karena potensi kerusakannya sangat kecil," ungkap Rasmid.

Namun hasil kajian menurut Rasmid, menunjukkan bahwa kerusakan diakibatkan gempa di wilayah Ibu Kota Baru lebih kecil ketimbang di Pulau Jawa, Sulawesi dan Sumatera.

"Berbeda dengan di pulau Jawa, Sulawesi dan Sumatera. Di sana lebih besar potensi kerusakan dari guncangan. Sedangkan untuk kawasan IKN dari pengukuran di sana lebih bagus dan potensi kerusakannya akan lebih rendah," tambah Rasmid.

Sesar Meratus

Rasmid juga menjelaskan, sesar aktif salah satunya sesar Meratus memang sudah ada dan dikenal sejak lama. Hanya saja dibandingkan dengan sesar di wilayah Sumatera bagian barat, Selatan Jawa dan Sulawesi, sesar di Kalimantan itu memang relatif lebih aman.

"Tapi bukan berarti aman sama sekali, karena di Kalimantan itu ada sesar darat yang suatu saat bisa bergerak seperti tadi sore. Hanya saja tingkat atau potensi guncangan jauh lebih kecil dari wilayah di luar Kalimantan lainnya wilayah itu (Sulawesi, Sumatera dan Jawa) tadi," jelas Rasmid.

Sehingga lanjut Rasmid, dampak gempa yang terjadi sore ini di Paser dirasakan sangat kecil di kawasan IKN baru di kabupaten PPU.

"Dampak gempa yang sampai di IKN itu sangat sedikit saja. Yang terasa itu di daerah Tanjung (di provinsi Kalimantan Selatan)," kata Rasmid.

Diketahui, gempa magnitudo 4,5 terjadi pukul 15.16 WITA sore ini. BMKG Stasiun Geofisika Balikpapan melansir episenter gempabumi berada pada titik koordinat 1.94 LS dan 115.81 BT, atau tepatnya 46 Km Barat Laut kabupaten Paser di Kalimantan Timur berkedalaman 10 km. BPBD Kabupaten Paser melaporkan getaran dirasakan di 5 kecamatan. Namun demikian belum ada laporan kerusakan akibat gempa itu.

Rekomendasi