Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka hari ini kembali beraktifitas seperti biasa, setelah putri kesayangannya, La Lembah Manah sembuh. Adik Jan Ethes yang sempat dirawat di salah satu rumah sakit sudah kembali ke kediaman pribadi di Kelurahan Sumber, Banjarsari, Sabtu (19/2) lalu.
“Sudah, sudah sehat. Sudah balik rumah. Sing penting wis balik omah. Sabtu malam sudah balik rumah,” ujar Gibran, Senin (21/2).
Terkait penyakit yang diderita anaknya, Gibran tak secara gamblang memberikan keterangan. Namun saat wartawan menanyakan apakah La Lembah terserang penyakit Demam Berdarah (DB), Gibran tak menyangkalnya.
“Lha kui wis ngerti (itu sudah tahu),” katanya.
Gibran mengaku harus fokus menunggui putrinya saat sakit. Karena memang dibutuhkan kehati-hatian saat penyakit tersebut memasuki masa kritis.
“Saya tunggu, soale Rabu, Kamis, Jumat itu masa-masa kritis. Kalau DB itu kan bahayanya pas suhunya turun, kan panas-panas terus. Lha suhunya kan biasanya orang mengira itu sudah sembuh. Padahal itu masa-masa kritis dan masa-masa trombositnya turun,” terangnya.
Gibran menjelaskan, La Lembah dibawa ke rumah sakit pada Rabu malam pekan lalu. La Lembah yang belum pernah sakit itu akhirnya diijinkan pulang pada Sabtu malam. Sakitnya La Lembah, lanjut Gibran, tak terlalu dikhawatirkan sang kakek, Presiden Joko Widodo.
“Nggak gimana-gimana (Jokowi),” tandasnya.
Meski La Lembah diserang demam berdarah, Gibran bersyukur, kakaknya, Jan Ethes Srinarendra, tetap dalam kondisi sehat. Ia juga telah menginstruksikan kepada Dinas Kesehatan Kota Solo untuk lebih intens melakukan sosialisasi dan fogging. Mengingat saat ini kasus demam berdarah di Solo juga naik.
“Nanti di tempat-tempat yang ada kasusnya kita fogging. Bahaya soalnya, lebih bahaya dari Covid-19,” katanya.
Saat putri semata wayangnya sakit, Gibran harus rela meninggalkan sejumlah momen penting saat tahun pertama menjabat wali kota. Yakni upacara HUT ke-277 Kota Solo, kirab Boyong Kedaton dan sejumlah acara lain yang tak bisa dihadiri. Meski kecewa, Gibran mengaku harus tetap mendampingi putrinya.
“Ya, itu kemarin keputusan yang berat. Tapi saya wakilkan dulu ke pak wakil wali kota. Nggak bisa ditinggal soalnya, mesakke (kasihan),” pungkas dia.