Hilang Seminggu, Seorang Warga Kupang Tewas Tertimpa Reruntuhan Tembok

Seorang petani di Kelurahan Takari, Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, tewas tertimpa reruntuhan tembok, Selasa (15/2). Korban bernama Oktovianus Ate (48). Jasad Oktovianus ditemukan di bawah reruntuhan tembok sebuah rumah doa, yang terletak di samping gereja Ebenhaezer Talaka Oesusu.

Ananias Petrus
Oleh Ananias Petrus - Reporter
Hilang Seminggu, Seorang Warga Kupang Tewas Tertimpa Reruntuhan Tembok
Ilustrasi Mayat. ©shutterstock

Seorang petani di Kelurahan Takari, Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, tewas tertimpa reruntuhan tembok, Selasa (15/2). Korban bernama Oktovianus Ate (48). Jasad Oktovianus ditemukan di bawah reruntuhan tembok sebuah rumah doa, yang terletak di samping gereja Ebenhaezer Talaka Oesusu.

Sebelum ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, korban tidak terlihat selama sepekan. Warga lantas mencari di samping gereja, dan korban berhasil ditemukan dengan kondisi tertimpa reruntuhan tembok dapur rumah doa tersebut.

"Saya langsung melaporkan kejadian itu ke Polsek Takari untuk ditindaklanjuti," kata salah satu warga bernama Metusalak Tanau.

Setelah mendapatkan laporan, Kapolsek Takari Ipda I Nyoma Gurina Mariana bersama anggota jaga menghubungi petugas Puskesmas Takari, kemudian bersama-sama ke lokasi kejadian.

Kapolsek Takari bersama anggota melakukan olah tempat kejadian perkara, serta memeriksa sejumlah saksi. Sementara petugas medis dari Puskesmas Takari melakukan visum pada jenazah korban.

Berdasarkan hasil pemeriksaan VER luar tubuh korban, tidak ditemukan adanya luka-luka tanda kekerasan.

Luka yang terdapat pada tubuh korban akibat runtuhan tembok. Pada saat ditemukan, tubuh korban juga masih tertimpa reruntuhan dengan kondisi sudah mulai membusuk.

"Korban meninggal dunia karena tertimpa reruntuhan tembok dapur rumah doa. Korban juga selama ini tinggal sendirian di rumah doa yang kondisinya mulai rapuh tersebut," ungkap I Nyoma Gurina Mariana.

Menurut I Nyoma Gurina Mariana, keluarga menerima kematian korban sebagai musibah, sehingga menolak proses autopsi dengan menandatangani surat pernyataan.

Rekomendasi