50 Tenaga Kesehatan RSMH Palembang Positif Covid-19 usai Ikut Swab Test Massal

RSMH Palembang menggelar swab massa bagi 3.000 tenaga kesehatan di instansinya sejak beberapa lalu. Sementara sejauh ini baru 700 tenaga kesehatan yang diswab dan 50 orang di antaranya terpapar virus Corona.

Irwanto
Oleh Irwanto - Reporter
50 Tenaga Kesehatan RSMH Palembang Positif Covid-19 usai Ikut Swab Test Massal
50 Nakes RSMH Palembang Positif Covid-19. Irwanto

50 Tenaga kesehatan di Rumah Sakit Umum Pusat Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang positif Covid-19. Hasil itu diketahui dari gelaran swab massal diikuti para tenaga kesehatan.

Direktur Utama RSMH Palembang Bambang Eko Sunaryanto mengungkapkan, pihak RSMH Palembang menggelar swab massa bagi 3.000 tenaga kesehatan di instansinya sejak beberapa lalu. Sementara sejauh ini baru 700 tenaga kesehatan yang diswab dan 50 orang di antaranya terpapar virus Corona.

"Dari 3 ribu sasaran baru 700 yang diswab dan dari 700 orang itu, 50 tenaga kesehatan diketahui positif Covid-19," kata Bambang, Jumat (11/2).

Dia menjelaskan, pegawai yang terpapar dengan rincian lima dokter dan sisanya berasal dari perawat dan staf administrasi. Tidak menutup kemungkinan terjadi penambahan kasus karena masih 2.300 orang yang belum diswab.

"Rata-rata tidak bergejala atau gejala ringan. Kami siapkan tempat isolasi jika di rumah tidak memungkinkan," ujar dia.

Belum Dipastikan Terpapar Omicron

Dari tenaga kesehatan yang terpapar virus Corona, Eko belum dapat memastikan jenis Omicron atau bukan. Sebab menurut dia, diperlukan pemeriksaan S-Gene Target Failure (STGF) di Litbangkes Kementerian Kesehatan yang memakan waktu sekitar dua pekan.

"Kita kirim sampelnya dulu, mudah-mudahan secepatnya diketahui," kata dia.

Dia mengatakan, kasus Covid-19 di Sumsel mengalami lonjakan sejak dua pekan terakhir. Untuk mengantisipasi penambahan pasien yang memerlukan perawatan intensif, pihak RSMH Palembang berencana menambah tempat tidur menjadi 150. Saat ini baru disediakan 50 tempat tidur dengan keterisian 28 persen.

"BOR (bad occupancy rate) masih rendah, tapi perlu diwaspadai karena kasus Covid-19 kembali naik," pungkasnya.

Rekomendasi