Menkominfo Dorong Industri Hiburan Adaptasi dengan Digital di Tengah Pandemi

Johnny mendorong agar setiap pelaku industri hiburan melakukan pengembangan diri dan memanfaatkan teknologi digital. Disrupsi teknologi menuntut setiap pelaku industri di Indonesia cepat mengambil langkah adaptasi dan agilitas yang tepat.

Supriatin
Oleh Supriatin - Reporter
Menkominfo Dorong Industri Hiburan Adaptasi dengan Digital di Tengah Pandemi
Menkominfo Johnny G Plate. ©Antara/HO Kemenkominfo

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menyatakan pandemi Covid-19 menuntut perubahan pada ruang digital. Tidak hanya migrasi kehidupan dari ruang fisik ke ruang digital, tapi juga mendorong industri hiburan menggunakan teknologi digital.

“Kita melihat bagaimana perubahan yang begitu tinggi terhadap film televisi, film serial di televisi, terhadap film-film teatrikal, dampaknya begitu luar biasa sehingga dibutuhkan adaptasi yang cepat dan dibutuhkan agility yang tepat,” katanya melalui keterangan tertulisnya, Kamis (3/2).

Johnny mendorong agar setiap pelaku industri hiburan melakukan pengembangan diri dan memanfaatkan teknologi digital. Disrupsi teknologi menuntut setiap pelaku industri di Indonesia cepat mengambil langkah adaptasi dan agilitas yang tepat.

“Disrupsi teknologi juga memberikan dampak yang begitu besar terhadap peleburan dan terhadap industri hiburan, secara khusus peleburan di industri perfilman. Harus direspons oleh para talenta industri hiburan dengan mengembangkan diri agar makin cakap digital,” tegasnya.

Menurut Johnny, valuasi industri hiburan di tahun 2021 secara global tidak kurang dari USD2 triliun dan tumbuh compound and world growth rate-nya sebesar 6,7 persen.

“Tinggi sekali. Di Indonesia tahun 2021 yang lalu valuasinya sekitar USD10,7 Miliar. Diproyeksikan pada tahun 2025 prognosisnya mencapai USD15 miliar atau compound annual growth rate sekitar 8,7%,” paparnya.

Dia menyatakan disrupsi teknologi juga ikut berdampak terhadap produksi, pemasaran, dan distribusi sektor industri hiburan. Bahkan menurutnya saat ini, preferensi konsumen juga telah berubah.

“Dampak dari disrupsi ini menuntut juga berubahnya pola dan gaya marketing atau pemasaran tersendiri. Di dunia, industri hiburan bertumbuh dan berkembang luar biasa besarnya akibat disrupsi teknologi ini,” tegasnya.

Johnny menegaskan tumbuh dan berkembangnya industri hiburan di dalam negeri harus dikembangkan oleh anak-anak negeri Indonesia.

“Itu syarat utama dan terutama karena ini keberpihakan kita. Indonesia tidak menutup diri terhadap liberalisasi, internalisasi, tetapi kita harus mampu untuk mengembangkannya dan menguasai industri untuk kepentingan domestik,” tandasnya.

Rekomendasi