Polisi menemukan sejumlah kejanggalan kasus kecelakaan di Balikpapan. Terungkap sopir tronton, MA (48) menggunakan SIM palsu saat mengemudikan truk.
Dari data Polresta Balikpapan, MA mengantongi SIM A yang dikeluarkan tahun 2017. Namun pascakejadian, SIM yang dimiliki sang sopir dimodifikasi sehingga terlihat sebagai SIM B2 Umum.
"Pasalnya (diterapkan kepada sopir MA) bertambah. Soal pemalsuan sebagaimana diatur pasal 263 KUHP," kata Kabid Humas Polda Kalimantan Timur Kombes Pol Yusuf Sutejo, dikonfirmasi merdeka.com, Selasa (25/1).
Kemudian, truk tersebut sebenarnya merupakan bak terbuka tetapi dimodifikasi menjadi kontainer. Temuan tersebut didapat dari pemeriksaan dokumen KIR truk tronton bernomor KT 8534 AJ.
"Iya tronton itu untuk bak terbuka tapi ternyata mengangkut kontainer," ujar dia.
Yusuf menerangkan, dari BPKB juga diketahui truk seharusnya hanya memiliki dua sumbu roda. Namun faktanya memiliki tiga sumbu roda.
Kejanggalan lain yaitu truk diduga kelebihan muatan. Sebab dengan dua sumbu roda dengan 6 roda, maksimal hanya bisa mengangkut 14 ton. Sedangkan untuk tiga sumbu roda dengan 10 roda maksimal 21 ton.
"Iya benar (diduga tronton kelebihan muatan)," ujar Yusuf.
Pihaknya menyatakan untuk pemeriksaan rem tronton menjadi ranah pemeriksaan Dinas Perhubungan.
Polisi bakal meminta keterangan agen tunggal pemegang merk (ATPM). "Yang bersangkutan (sopir MA) masih kita tahan. Pemeriksaan lanjutan melihat dari hasil pemeriksaan saksi-saksi, misal dari ATPM," terang Yusuf.
"Jadi, kalau keterangan ATPM itu ada, akan dikroscek kembali semua kepada para saksi," sebut Yusuf menambahkan.
Yusuf mengungkapkan, polisi tidak menutup kemungkinan tersangka bakal bertambah. "Bisa jadi. Terkait dengan perubahan (pada tronton) itu tentunya. Pihak pemilik tronton tidak bisa lepas tangan. Makanya, kita tunggu hasil keterangan saksi ATPM atau dari pabrikan," ungkap Yusuf.
"Kalau benar berubah, kita panggil pemilik tronton, kok bisa berubah? Kita kroscek kembali. Untuk korban meninggal dari kejadian ini tetap 4 orang ya," pungkas Yusuf.
Diketahui, tronton yang dikemudikan MA menabrak belasan kendaraan yang sedang berhenti di Traffic Light di turunan Jalan Soekarno-Hatta, Rapak, Balikpapan, Jumat (21/1) pagi sekitar pukul 06.15 WITA. Diduga rem mengalami blong. Empat orang meninggal dari kejadian itu, dan 4 lainnya luka berat.