Puluhan Ton Sampah Kiriman Kotori Pantai di Bali

Puluhan ton sampah dari laut mengotori sepanjang Pantai Kuta, Seminyak dan Legian di Kabupaten Badung, Bali, sejak Sabtu (4/12) malam. Petugas masih berupaya membersihkan sampah yang didominasi kayu dan sampah plastik itu.

Moh. Kadafi
Oleh Moh. Kadafi - Reporter
Puluhan Ton Sampah Kiriman Kotori Pantai di Bali
Petugas berupaya membersihkan tumpukan di sepanjang Pantai Kuta, Senin (6/12). ©2021 Merdeka.com/HO-DLHK Badung

Puluhan ton sampah dari laut mengotori sepanjang Pantai Kuta, Seminyak dan Legian di Kabupaten Badung, Bali, sejak Sabtu (4/12) malam. Petugas masih berupaya membersihkan sampah yang didominasi kayu dan sampah plastik itu.

"Kondisi pantai parah banget. Awalnya itu, Sabtu (4/12) malam sekitar jam 10, airnya naik dan bawah sampah banyak banget. Terus, kemarin hujan lebat sampai tadi pagi itu nambah lagi," kata Koordinator Deteksi Evakuasi Sampah Laut (Desalut) Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung I Made Gede Dwipayana saat dihubungi Senin (6/12).

Sampah-sampah itu tersebar di sepanjang Pantai Kuta, Legian dan Seminyak. Sejumlah petugas sudah mulai membersihkan sejak Senin (6/12) pagi dan terhenti pada pukul 12.00 Wita, karena air laut kembali pasang dan hujan pun turun.

"Kalau sebaran sampah belum semuanya kita sempat kumpulkan. Tadi, kita eksekusi airnya keburu naik juga. Alat susah bergerak dibawa, karena cuaca tidak mendukung," imbuh Dwipayana.

Sampah di Pantai Kuta yang sudah dikumpulkan beratnya sekitar 30 ton, di Seminyak sekitar 15 ton, dan Legian sekitar 20 ton.

Sekitar 20 petugas Unit Reaksi Cepat (URC) dari DLHK Badung dikerahkan untuk melakukan pembersihan. Mereka dibantu pengelola pantai dan para pedagang.

"Rencana tadi kita turunkan sekitar 400 tenaga penyapuan, kita sebar di Pantai Seminyak, Legian, Kuta, tapi terkendala hujan lebat dan angin kencang terpaksa kita tunda dan besok kita turunkan semua tim," ujar Dwipayana.

Untuk sementara, sampah-sampah dikumpulkan di tempat penampungan sampah sementara sebelum diangkut ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Ia juga menyebutkan, sebenarnya sampah-sampah berdatangan sudah sejak tiga pekan lalu tetapi dengan volume sampah yang berbeda.

Dwipayana menjelaskan, berdasarkan prediksinya puncak sampah kiriman akan terjadi pada Bulan Desember dan Januari. Biasanya sampah yang datang berupaya kayu besar dan plastik yang berserakan di pantai. Kiriman sampah ini diperkirakan berasal dari Pulau Jawa dan juga daerah Bali bagian barat, seperti Jembrana dan Tabanan.

"Iya kita kumpulkan, di tempat penitipan sementara sebelum kita angkut di TPA. Untuk sampah plastik sedikit, yang dominan batang dan ranting kayu. Masih banyak sampah (berserakan) karena kondisi tidak mendukung untuk dieksekusi," ujarnya.

Dihubungi secara terpisah, Bendesa atau Kepala Desa Adat Kuta Wayan Wasista mengatakan, sampah kiriman datang karena sudah musim angin barat. Walaupun dibersihkan, sampah baru akan datang kembali.

"Angin barat kan biasa itu setiap tahun, kalau sudah angin barat sampah kiriman sudah mulai berdatangan. Namun, dari Desa Adat tidak tinggal diam tetap kita bersihkan," ujarnya.

Ia mengatakan, untuk pembersihan dibantu empat komponen, yaitu dari Desa Adat, relawan, pedagang, dan pihak DLHK Badung, Bali.

"Masing-masing pedagang sebelum melakukan aktivitasnya wajib untuk melakukan bersih-bersih, sehingga pantai kuta tetap bersih. Untuk pengangkutannya kami dibantu DLHK juga. Jadi 4 komponen yang selalu membersihkan. Walaupun banyak sampah itu, tetap kami bekerja," ujarnya.

Rekomendasi