Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan, menjelaskan sejumlah pelanggaran masih ditemukan selama kebijaka Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat(PPKM) diambil. Seperti pengelola tempat wisata dan restoran yang tidak menggunakan aplikasi PeduliLindungi untuk melakukan screening pengunjung.
"Kami melakukan identifikasi di lapangan dan ditemukan hanya satu orang atau perwakilan dari kelompok yang diharuskan untuk melakukan scanning QR CODE agar kapasitas tempat wisata tidak cepat penuh," kata Luhut usai mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Joko Widodo(Jokowi) melalui siaran virtual, Senin(25/10).
Luhut juga menemukan masih ada bar dan klub malam beroperasi tanpa memperhatikan prokos. Bahkan, ditemukan klub malam buka sampai pagi.
"Kami kirim tim juga melihat misalnya ada di klub malam misal di daerah Semarang atau di daerah beberapa tempat lain. Itu buka sampai jam 2 pagi. Seperti inikan berbahaya," bebernya.
Luhut juga membeberkan di beberapa bar, tidak diperbolehkan para pengunjung untuk mengambil gambar dan video untuk meminimalisir kemungkinan terekspos media. Pihaknya juga meminta pengawasan ketat di setiap tempat transit/transportasi.
"Masih terdapat beberapa rest area dan tempat lain yang tidak memaksa pengunjung untuk melakukan scanning barcode Peduli Lindungi," pungkasnya.