Rektor Unsri Mengaku Belum Terima Laporan Pelecehan Seksual yang Dialami Mahasiswi

Rektor Unsri Anis Saggaf menyebutkan, apa pun kejadian yang dialami civitas akademika di dalam kampus harus dilaporkan secara resmi. Siapa pun bisa datang langsung atau menyampaikan laporan kepada prodi, fakultas, atau rektorat.

Irwanto
Oleh Irwanto - Reporter
Rektor Unsri Mengaku Belum Terima Laporan Pelecehan Seksual yang Dialami Mahasiswi
Ilustrasi pelecehan seksual. childlinett.org

Pihak Rektorat Universitas Sriwijaya (Unsri) Palembang menyatakan belum menerima laporan dugaan pelecehan seksual yang dituduhkan terhadap salah seorang dosennya. Tuduhan itu disampaikan seorang mahasiswi melalui media sosial.

Rektor Unsri Anis Saggaf menyebutkan, apa pun kejadian yang dialami civitas akademika di dalam kampus harus dilaporkan secara resmi. Siapa pun bisa datang langsung atau menyampaikan laporan kepada prodi, fakultas, atau rektorat.

"Kalau ada masalah kan melapor ke prodi, fakultas, atau universitas. Sampai saat ini belum ada laporan," ungkap Anis, Selasa (28/9).

Menurut dia, kasus ini masih penuh tanda tanya. Dia pun meragukan kejadian itu karena tidak diketahui sumbernya.

"Yang viral itu kan semua kabur. Identitas korban, pelaku, itu yang viral tidak tahu siapa. Tempatnya pun tidak tahu, prodinya tidak tahu, kemudian menyebut nama Unsri," kata dia.

Meski demikian, rektorat sedang menelusuri informasi tersebut. "Saya sudah perintahkan Wakil Rektor III untuk menelusuri," tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, seorang mahasiswi Unsri Palembang mengaku menjadi korban pelecehan dosen pembimbing skripsi. Ceritanya viral setelah diunggah di media sosial.

Dalam akun Twitter @unsrifess dan Instagram @palembang.eksis, Senin (27/9), mahasiswi itu menceritakan pengalaman pahitnya secara rinci. Pelecehan itu terjadi saat dirinya menemui dosen pembimbing untuk meminta tanda tangan seusai mengikuti sidang skripsi, Sabtu (25/9).

Rekomendasi