Pangdam Jaya soal Kepadatan di Titik Penyekatan: Berarti Ada yang Tidak Patuh

Pangdam Jaya Mayjen Mulyo Aji mengungkapkan sebagian besar kepadatan di titik-titik penyekatan disebabkan oleh pekerja. Perusahaan mereka belum patuh menjalankan PPKM Darurat.

Wilfridus Setu Embu
Oleh Wilfridus Setu Embu - Reporter
Pangdam Jaya soal Kepadatan di Titik Penyekatan: Berarti Ada yang Tidak Patuh
Kemacetan tol dalam kota akibat penyekatan PPKM. ©2021 Liputan6.com/Faizal Fanani

Pangdam Jaya Mayjen Mulyo Aji mengungkapkan sebagian besar kepadatan di titik-titik penyekatan disebabkan oleh pekerja. Perusahaan mereka belum patuh menjalankan PPKM Darurat.

"Terjadinya kemacetan tadi, di atas 80 persen itu seluruhnya pekerja, yang berarti bahwa ada yang tidak patuh dengan apa yang disampaikan oleh pemerintah," kata Mulyo dalam konferensi pers, Senin (5/7).

Akibatnya, para pekerja tetap masuk ke Jakarta. Meskipun mereka bekerja bukan pada sektor esensial dan kritikal.

Namun, dia menegaskan, hal itu bukanlah alasan untuk membiarkan para pekerja itu masuk. Mereka tetap diminta putar balik.

"Kita sampaikan kondisi seperti ini (PPKM Darurat), dan itu tidak ada alasan bagi kami dan mereka saya putar baik, sehingga tadi Gubernur menyampaikan bagi mereka yang kita putar balik supaya tidak di-PHK, karena mereka umumnya ketakutan," tegas dia.

Pihaknya pun sudah berkoordinasi hingga level RT untuk memperkuat upaya penyekatan mobilitas masyarakat. Dengan demikian, tidak perlu lagi terjadi penumpukan di titik-titik penyekatan.

"Kami sudah memberikan penekanan ke tingkat RT RW nanti ke depan lebih fokus lagi supaya tidak mengirim orang-orang atau membiarkan mereka melanjutkan mobilitasnya, sehingga terjadi penumpukan manusia di sini (titik-titik penyekatan)," tandas dia.

Rekomendasi