YLBHI dan Rocky Gerung Dukung BEM UI Kritik Jokowi The King of Lip Service

Sebelumnya, BEM UI dipanggil pihak rektorat lantaran mengunggah meme yang menyebutkan Presiden Joko Widodo sebagai The King of Lip Service. Berkat unggahan itu, Rektorat UI memanggil pengurus BEM UI pada Minggu (27/6).

Ahda Bayhaqi
Oleh Ahda Bayhaqi - Reporter
YLBHI dan Rocky Gerung Dukung BEM UI Kritik Jokowi The King of Lip Service
BEM UI Sebut Presiden Jokowi The King of Lip Service. ©2021 Merdeka.com

Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Asfinawati menilai, pemanggilan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) oleh Rektorat UI tendensius. Sebabnya, Rektor UI Ari Kuncoro diduga memiliki konflik kepentingan. Ari, kata Asfinawati, merupakan Satgas Omnibus Law yang diinisiasi pemerintah, serta wakil komisaris di BUMN.

"Celakanya kita tahu Rektor itu punya konflik kepentingan. Pernah jadi Satgas Omnibus Law yang adalah mengakselerasi pidato presiden di pelantikannya, juga dia wakil komisaris. Jadi sudah sangat tendensius," ujar Asfinawati dalam diskusi digelar Greenpeace, Selasa (29/6).

Sebelumnya, BEM UI dipanggil pihak rektorat lantaran mengunggah meme yang menyebutkan Presiden Joko Widodo sebagai The King of Lip Service. Berkat unggahan itu, Rektorat UI memanggil pengurus BEM UI pada Minggu (27/6).

Asfinawati menilai, respons Rektorat iti tidak mencerminkan institusi akademis, tidak intelektual. Justru Rektorat UI mempertontonkan bentuk relasi kuasa.

"Kalau Rektorat UI mengatakan itu tidak benar, ya bikin konten aja. Kenapa malah bikin surat yang sedikit sekali dan memanggil pada hari minggu. Ini sedang mempertontonkan rektorat UI itu kan bentuk relasi kuasa karena ini mahasiswa, kalau mau lulus tergantung pada kami terus dipanggil," ujarnya.

Asfinawati mengatakan, apa yang disampaikan BEM UI merupakan kenyataan. Data yang ada, misalnya mengenai Jokowi berjanji tidak akan impor beras, justru dilakukan.

"Dan yang paling penting sebetulnya, apa yang diungkapkan teman-teman BEM UI itu adalah kenyataan. Jadi saya sebetulnya, ingin menantang rektorat, kalau itu tidak benar coba buktikan. Bisa enggak mereka buktikan itu tidak benar, pasti enggak bisa," ujarnya.

Rocky Gerung Minta BEM Panggil Rektor UI Jelaskan Rangkap Jabatan Komisaris BUMN

Pengamat politik Rocky Gerung menyindir rangkap jabatan Rektor UI Ari Kuncoro sebagai wakil komisaris BRI. Rocky mengusulkan, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) memanggil Ari pada hari Minggu pekan depan. Untuk menjelaskan rangkap jabatannya kepada mahasiswa.

"Jadi saya anjurkan dulu BEM UI memanggil rektor pada hari minggu depan. Buat apa? Buat dia terangkan mengapa dia Komisaris BRI. Berarti dapat dua kali gaji itu," ujar Rocky dalam diskusi daring yang digelar Greenpeace, Selasa (29/6).

Rocky menjelaskan, BEM UI berhak menagih perbaikan kualitas pendidikan kepada Rektor. Dengan rangkap jabatan itu, Ari dinilai hanya setengah-setengah memberikan tenaganya kepada mahasiswa karena punya dua kesibukan.

"Artinya, BEM UI berhak untuk menagih kualitas pendidikan. Kan rektor disuruh oleh negara untuk menjadi pemimpin universitas full time. Supaya kurikulum UI itu dibikin bagus. Nah, sekarang rektor punya dua kerjaan, berarti mahasiswa hanya dapat separuh ilmu pengetahuan. Karena rektor sibuk sebagai komisaris dan dia digaji dua kali. Itu engga boleh," jelas akademisi jebolan Universitas Indonesia ini.

"Jadi silakan BEM UI layangkan surat pada rektor, minta diterangkan mengapa kami mahasiswa UI hanya dapat separuh pengetahuan gara-gara rektor hanya separuh hari ada di kampus, separuh harinya lagi ngurusin bisnis BUMN. Itu etikanya begitu," tegas Rocky.

Menurut Rocky apa yang dilakukan BEM UI mengkritik dengan sindiran adalah cara yang tepat. Untuk menanggapi kekuasaan yang modal lip service cukup dengan satire.

"Jadi buat apa nanggapin kekuasaan yang modalnya lip service dengan ilmu pengetahuan. Cukup aja dengan satire untuk menanggapi kekuasaan yang dipimpin Jokowi sekarang. Jadi benar, enggak perlu pakai analisa data untuk membantah yang levelnya itu rendah. Udah betul yang dilakukan oleh para mahasiswa," ujar Rocky.

Jokowi Ingatkan Soal Tata Krama dan Sopan Santun

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menanggapi santai terkait kritikan yang disampaikan mahasiswa Universitas Indonesia (UI) dalam media sosial soal the king of lip service. Jokowi mengatakan pihak kampus tidak perlu menghalangi mahasiswa untuk menyampaikan pendapat.

"Baru baru ini ada yang ngomong saya ini Bapak bipang dan terakhir ada yang menyampaikan mengenai The King Of Lip service. ya saya kira ini bentuk ekspresi mahasiswa, dan ini negara demokrasi jadi kritik itu boleh-boleh saja, dan Universitas tidak apa, tidak perlu menghalangi mahasiswa untuk berekspresi," kata Jokowi dalam akun YouTube sekretariat Presiden, Selasa (29/6).

Jokowi pun mengakui kerap kali selalu dilontarkan kritikan. Mulai dari kelmar-klemer hingga pemimpin yang otoriter.

"ya, Itukan sudah sejak lama ya, dulu ada yang bilang saya ini kelmar-klemer, ada yang bilang juga saya itu plonga-plongo. kemudian ganti lagi ada yang bilang saya ini otoriter, kemudian ada juga yang ngomong saya ini bebek lumpuh," bebernya.

Walaupun begitu dia mengingatkan kepada mahasiswa untuk menyampaikan kritik dengan tata krama yang baik. Sebab Indonesia kata dia memiliki budaya sopan santun dalam mengutarakan pendapat.

"Tetapi juga ingat kita ini memiliki budaya tata krama, memiliki budaya kesopansantunan, ya Saya kira biasa saja, mungkin mereka sedang belajar mengekspresikan pendapat, tetapi yang saat ini penting ya kita semuanya memang bersama-sama fokus untuk Penanganan pandemi Covid-19," bebernya.

Rekomendasi