Pengacara Klaim Tak Pernah Undang Massa Hadiri Sidang Rizieq Syihab di PN Jaktim

Tercatat 31 orang diduga simpatisan Rizieq diamankan polisi di PN Jaktim.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Pengacara Klaim Tak Pernah Undang Massa Hadiri Sidang Rizieq Syihab di PN Jaktim
sidang rizieq syihab di PN Jaktim. ©2021 Merdeka.com

Polres Metro Jakarta Timur sejak Rabu malam (26/5) mengamankan puluhan orang karena nekat datang ke Pengadilan Negeri Jakarta Timur. Terbaru pada siang ini, Kamis (27/5), polisi menyebut telah mengamankan 11 orang lantaran tak menggubris seruan petugas soal protokol pencegahan penyebaran Covid-19.

Kedatangan mereka menyusul sidang vonis kasus kerumunan dugaan pelanggaran protokol kesehatan di Petamburan, Jakarta dan Megamendung, Bogor. Di mana terdakwa dalam kasus itu adalah mantan pimpinan Front Pembela Islam (FPI), Muhammad Rizieq Syihab.

Kuasa Hukum Rizieq Syihab, Aziz Yanuar menegaskan pihaknya tak pernah mengundang orang untuk mendatangi PN Jakarta Selatan.

"Enggak (pernah mengundang). Saya enggak pernah mengundang. Kan kita tahu sudah ada streaming kan, kita tahu juga sudah ada dukungan dari aparat keamanan, menurut saya sudah cukup," ujar Aziz di PN Jakarta Timur, Kamis (27/5).

Aziz sendiri tak mengetahui mengapa mereka diamankan. Menurutnya kedatangan mereka di PN Jakarta Timur kemungkinan demi memberikan dukungan moril kepada kliennya.

"Ya saya enggak tahu ya diamankannya kenapa, jadi saya belum bisa kasih tanggapan. Tapi kan mereka datang mungkin karena memang ingin memberikan dukunganlah seperti itu. Kalau kenapanya saya enggak tahu, saya dengar sih tapi saya enggak tahu diamaninnya kenapa," jelasnya.

Polres Metro Jakarta Timur mengamankan 11 orang diduga simpatisan Rizieq Syihab di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis siang (27/5). Mereka diamankan lantaran dianggap tak mematuhi seruan polisi terkait protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19.

11 Orang Diamankan Polisi

Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Erwin Kurniawan menyebut, dari 11 orang yang diamankan, satu orang di antaranya merupakan mantan pengurus Front Pembela Islam (FPI) di Banten.

"Ada salah satu mantan pengurus FPI di Banten. Jadi kami coba intrograsi mengenai motifnya. Ini baru saja dibawa, sudah di-swab antigen, kita lanjutkan proses pemeriksaan," ujar Erwin di PN Jakarta Timur, Kamis (27/5/2021).

Kendati begitu, saat dilakukan pemeriksaan di lokasi, Erwin mengaku pihaknya tidak menemukan atribut FPI di kesebelasnya.

"Sejauh ini sih tidak (atribut FPI). Tapi, tentu membawa massa dan lain-lain kita coba dalami," ujarnya.

Seperti diketahui hari ini PN Jakarta Timur menggelar sidang vonis terhadap Rizieq Shihab dan kawan-kawannya dalam kasus pelanggaran protokol kesehatan kerumunan di Petamburan, Jakarta dan Megamendung, Bogor.

Pada Rabu malam (26/5), polisi juga telah mengamankan 21 orang. Mereka diamankan saat datang ke PN Jakarta Timur pada Rabu malam.

Erwin merincikan, mereka yang diamankan terdiri dari berbagai umur. Bahkan sebagian besar merupakan anak di bawah umur, yakni 15 orang.

Masih Diperiksa Polisi

Polisi memeriksa 21 orang diduga simpatisan mantan pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Muhammad Rizieq Syihab di Polres Metro Jaktim. Pengakuan sementara, mereka dikoordinir oleh seseorang dengan dalih hendak melakukan pengajian di sekitaran PN Jaktim.

"Tadi malam ada 21 orang diduga simpatisan Rizieq Syihab diamankan polisi. Mereka datang atas petunjuk seseorang pengakuannya untuk kegiatan semacam pengajian atau semacamnya tapi lokasinya di PN Jaktim," kata Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Pol Erwin Kurniawan, Kamis (27/5).

Erwin menerangkan, mereka tiba sekira pukul 21.30 WIB dengan menumpang angkutan umum. Erwin menyebut, 15 orang dari 21 orang berusia di bawah 17 tahun. Sedangkan, enam lainnya dikategorikan sebagai orang dewasa.

"Mereka (21 orang) tidak menggunakan atribut tapi memakai baju Koko biasa," ujar dia.

Erwin mengatakan, pihak kepolisian langsung bertindak dengan mengamankan di Polres Metro Jaktim. Selain itu, mereka yang diamankan juga diwajibkan untuk menjalani swab antigen.

"Saat ini masih dilakukan pemeriksaan intesif di Polees Jaktim," ucap dia.

Reporter: Yopi Makdori
Sumber: Liputan6.com

Rekomendasi