Direktur PT Dua Putera Perkasa Pratama (DPPP) Suharjito menjelaskan, kalau anak buahnya Ardi Wijaya salah menangkap terkait nama Prabowo yang dimaksud mendapatkan keuntungan dari ekspor benih benur lobster (BBL) pada PT Aero Cipta Kargo (PT ACK).
Hal itu menyusul disebutnya nama Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto, oleh Ardi selaku Direktur Ekspor Impor PT DPPP. Dimana Ardi salah menangkap komunikasi dari Suharjito, bahwa yang dimaksud adalah Mantan Menteri Keluatan dan Perikanan Edhy Prabowo, bukan Prabowo.
"Nah terkait dengan komunikasi itu, kan saudara bilang bahwa PT ACK tidak bisa dipecah oleh orang lain, dipergunakan orang lain, karena punya Prabowo, yang saudara maksud Prabowo ini siapa?" kata hakim anggota saat sidang di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Rabu (5/5).
"Edhy Prabowo," singkat Suharjito menjawab.
Lantas, menurut Suharjito, Ardi salah mengartikan apa yang dimaksud dirinya terkait pendapatnya soal kepemilikan PT ACK yang dimaksud milik Edhy Prabowo.
Berita lengkap Prabowo Subianto bisa dibaca di Liputan6.com
"Salah itu, salah mengartikan. tapi di situ kan Pak Edhy Prabowo. Kan yang punya kewenangan Pak Edhy Prabowo bukan Pak Prabowo Subianto (Menhan)," terangnya.
Sidang sebelumnya, Terdakwa Mantan Menteri Kelauatan dan Perikanan, Edhy Prabowo menegaskan bahwa Prabowo Subianto bukanlah pemilik dari PT Aero Cipta Kargo (PT ACK) selaku perusahaan kargo pengirim eskpor benih benur lobster (BBL).
"Bahwa PT ACK milik Pak Prabowo, saya nyatakan tidak benar yang mulia," kata Edhy saat persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Rabu (28/4).
Pernyataan itu dilontarkan Edhy sebagai sanggahan atas keterangan Ardi Wijaya selaku Manajer Ekspor Impor PT Dua Putera Perkasa Pratama (DPPP) yang menyebut dalam berita acara pemeriksaan (BAP), kalau PT ACK milik Prabowo Subianto berdasarkan penangkapan dari percakapan Suharjito.
Merespon pernyataan tersebut, Ardi menyatakan bahwa informasi tersebut didapat dari atasannya yang merupakan Direktur PT DPPP, Suharjito, terkait hubungan Prabowo dengan PT ACK.
"Itu Pak Suharjito yang telepon pak, bukan saya," tanggap Ardi.
Sementara itu, ketua majelis hakim, Albertus Usada menyampaikan terkait keterangan fakta persidangan tersebut, pihaknya nanti akan menilai sisi keabsahan kesaksian itu. Untuk diketahui dalam surat dakwaan, jaksa menyebut Edhy menyiapkan PT ACK untuk menampung uang dugaan suap pemberian izin ekspor benur.
Advertisement
Nama Prabowo Subianto Disebut
Kesaksian itu terungkap, Direktur Ekspor Impor PT Dua Putra Perkasa Pratama (DPPP) Ardi Wijaya bahwa berdasarkan informasi dari Suharjito selaku bosnya, disebut alasan PT Aero Cipta Kargo (PT ACK) jadi satu-satunya pihak pengirim izin benih losbter karena ada pengaruh dari Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto.
Hal itu terungkap ketika jaksa mencecar Ardi terkait obrolannya dengan Suharjito soal siapa pihak yang sehingga membuat PT ACK berhasil mendapatkan seluruh pengiriman ekspor benih lobster.
"Memang tidak secara spesifik pengendali PT ACK, memang ada diskusi dengan Suharjito. Dan diskusi itu di bulan Oktober," kata Ardi saat sidang di PN Jakarta Pusat, Rabu (28/4).
Setelah menanyakan hubungan dan pengetahuan saksi terkait PT ACK, jaksa kemudian mengkonfirmasi terkait keterangan pada berita acara pemeriksaan (BAP) no 27 yang tercatut Nama Prabowo Subianto ikut mendapatkan proporsi khusus pada keuntungan PT ACK.
"Suharjito kemudian oleh PT ACK itu tidak bisa dipecah oleh orang lain atau pergunakan orang lain. Karena punya Prabowo khusus. Karena menurut Suharjito untungnya 30 miliar per bulan," kata jaksa bacakan BAP Ardi.
"Kalau ekspor 1 sampai 5 juta perbulan. Pasalnya menurut Suharjito adalah 1.500 x 5 juta ekor dan saya tanggapan biasanya uang itu cash dari pihak KKP. Ini saya dapat dari omongan, kalau sedang mengobrol," tambah jaksa.
Atas pertanyaan dari jaksa tersebut, lantas Ardi menangkap apa yang dimaksud Suharjito dalam percakapan itu terkait kepemilikan khusus Prabowo Subianto di PT ACK.
"Ini yang saya tangkap beliau pasti mengaitkan itu dengan Pak Prabowo," kata Ardi
"Pak Prabowo siapa?" tanya jaksa.
"Pak Prabowo Menteri Pertahanan (Menhan)," jawab Ardi.
Dengan hal itu, Ardi pun memastikan berdasarkan obrolan dan penjelasan dari Suharjito, dia pun menyakini kalau yang dimaksud adalah Prabowo Subianto.
"Iya (Prabowo Subianto) karena di majalah-majalah sebelumnya itu dikait-kaitkan berhubungan dengan kader. Tapi saya tidak menanya balik, Tidak memperjelas," ujar Ardi.
"Karena pak Suharjito yg ngomong?" tanya jaksa.
"Ya," timpal Ardi.