Polisi masih menunggu laporan dari manajemen Persib Bandung untuk melakukan penyelidikan pelemparan Gedung Graha Persib di Jalan Sulanjana, Kota Bandung.
Diketahui, Persib Bandung kalah melawan Persija Jakarta dalam babak final Piala Menpora 2021. Pada Leg pertama, tim berjuluk Maung Bandung takluk dengan skor 2-0. Di leg kedua, mereka kembali kalah dengan skor 2-1.
Buntut dari kekalahan itu, kantor manajemen Persib yang berada di Jalan Sulanjana, Kota Bandung didatangi oleh beberapa orang diduga pendukung Persib pada Minggu (25/4) malam.
Dari informasi yang berhasil dihimpun, rombongan itu datang dua kali. Yang pertama sekira pukul 22.00 WIB, namun puluhan orang itu dibubarkan polisi. Rombongan kedua datang satu jam setelahnya. Mereka melempar flare hingga batu.
"Kejadian dua kali datang, rombongan datang langsung dibubarkan polisi. Yang kedua datang lebih banyak, lempar flare, batu, botol isi air. Lalu datang Brimob, yang kedua sekitar jam 11 lah. (massa) Lebih dari 100 orang kayaknya," ucap salah seorang saksi, Dadan.
Pihak kepolisian sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) terhadap adanya peristiwa tersebut. Beberapa barang bukti sudah diamankan. Namun, Kasatreskrim Polrestabes Bandung, AKBP Adanan Mangopang menyatakan belum bisa memproses hukum dugaan serangan tersebut.
"Tapi kami belum bisa melakukan upaya kepolisian, karena dari pihak Persib belum membuat laporan polisi," ucapnya.
Terpisah, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menilai menang kalah dalam sebuah pertandingan olahraga adalah suatu hal yang biasa. Sikap yang harus dijunjung adalah sportivitas. Saat menang, tak jumawa. Begitupun saat kalah, jangan kecewa berlebihan.
"Tetap dukung Persib Bandung, jangan mendukung saat menang saja tapi juga dukung saat sedang tidak menang atau kesusahan, jangan Jabar yang bagus kondusivitas ini dirusak oleh hal-hal tidak baik," ucap dia.