Gubernur Nusa Tenggara Timur Viktor Bungtilu Laiskodat berharap para pengungsi yang terdampak bencana badai Siklon Tropis Seroja tidak menempati kamp pengungsian. Warga diimbau tidak berkumpul di tempat itu demi menghindari penularan Covid-19.
"Sebaiknya warga tidak dikumpulkan terpusat di kamp pengungsian karena bisa berpotensi adanya penularan Covid-19," kata Viktor di Kupang, Selasa (13/4).
Untuk mencegah penyebaran Covid-19 yang masih terjadi di provinsi berbasis kepulauan ini, warga yang terdampak bencana alam yang dipengaruhi Siklon Tropis Seroja diminta tinggal sementara di rumah-rumah penduduk yang tidak terdampak.
"Korban bencana ini sebaiknya disebar ke rumah-rumah warga yang bersedia menampung para korban yang tertimpa bencana," kata Viktor seperti dilansir Antara.
Dia menjelaskan, BNPB akan menyiapkan anggaran sewa rumah bagi para korban terdampak bencana alam sebesar Rp 500 ribu per bulan. Uang itu diberikan sambil menunggu proses relokasi yang dilakukan pemerintah.
Viktor mengapresiasi Dinas Kesehatan Kota Kupang yang melakukan upaya antisipasi secara dini terhadap penyebaran Covid-19. Mereka telah melakukan rapid test antigen terhadap para pengungsi di kamp-kamp pengungsian.
Menurut Viktor, apabila diperlukan, rapid antigen dilanjutkan dengan tes PCR kepada semua korban yang ada di lokasi pengungsian, untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19.