Indonesia berada di peringkat pertama negara di Asia Tenggara yang telah menyuntikkan vaksin Covid-19 terbanyak berdasarkan data Our World in Data hari ini, Senin (8/3). Sedangkan di posisi global, Indonesia berada di urutan ke-20. Amerika Serikat, China dan Uni Eropa berada di posisi puncak dalam hal pemberian dosis vaksin Covid-19.
Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin menyampaikan rasa syukurnya. Dia mengatakan, Indonesia bisa mendapatkan jatah dosis vaksin yang cukup banyak dibandingkan negara lainnya berkat kerja keras seluruh lembaga terkait.
Meskipun begitu, dia mengingatkan, Indonesia tidak bisa terlalu berbahagia atas pencapaian ini. Alasannya, jatah dosis vaksin yang akan diterima hingga bulan Juni hanya sekitar 24 persen dari jumlah target vaksinasi yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
"Kita bersyukur karena kita lebih baik dari negara lain. Namun walau kita sudah berhasil menyuntik banyak (orang) berkat kerja keras teman-teman Kementerian, kita harus sadar bahwa sampai bulan Juni, hanya 24 persen atau sekitar 80-90 juta dosis yang akan kita terima," kata Budi saat konferensi pers virtual 'Perpanjangan PPKM Mikro', Senin (8/3).
Dia mengatakan, seharusnya jumlah dosis yang diterima Indonesia yakni 426 juta. Namun hingga Juni 2021, Indonesia baru bisa menerima 80-90 juta dan sisanya, sekitar 75 persen atau 330 juta dosis baru akan tiba pada semester kedua tahun ini.
"Kita tidak bisa terlalu banyak menyuntik karena terbatas jumlah vaksinnya. Maka laju penyuntikannya kita jaga. kita tidak bisa langsung naik ke 1 juta (dosis) karena nanti habis vaksinnya dalam 2 minggu. Padahal kita masih punya waktu 2 bulan lagi," terangnya.
"Kalau vaksin habis dan masyarakat menunggu, itu akan lebih resah," ungkapnya.
Budi berharap masyarakat Indonesia bisa mengerti dan sabar menunggu giliran vaksinasi. Dia harap, pencapaian jumlah vaksinasi yang dirilis 'Our World in Data' hari ini tidak membuat masyarakat berekspektasi terlalu tinggi. Namun pemerintah akan berupaya mempersiapkan diri untuk meningkatkan jumlah penyuntikan pada semester kedua nanti.
"Sekarang kita sedang melatih bagaimana kita mampu meningkatkan penyuntikan kita. Vaksinatornya cukup, lokasinya sudah dipersiapkan. Nanti pada semester kedua, akan naik (jumlah penyuntikannya) malah harus di atas 1 juta. Mungkin sampai 1.5 juta suntikan," tutupnya.
Berdasarkan data Kemenkes hari ini, Senin (8/3) sebanyak 233. 913 orang yang sudah disuntik vaksin. Dengan rincian 209.268 orang yang disuntik vaksinasi tahap 1, sedangkan 24.645 orang menerima suntikan tahap kedua. Sehingga totalnya, sebanyak 3.098.025 orang sudah disuntik vaksin pertama dan 1.158.432 orang menerima suntikan kedua.
Sebagai informasi, Total sasaran vaksinasi Covid-19 di Indonesia sebanyak 181.554.465 orang. Saat ini pemerintah sedang menjalankan program vaksinasi tahap kedua, yakni dengan menyasar petugas pelayanan publik, pedagang pasar, serta lansia yang berusia di atas 60 tahun. Penyuntikan ini sudah dimulai sejak 17 Februari 2021. Target sasaran vaksinasi Covid-19 tahap kedua ini mencapai 40.349.051 orang.
Sementara itu, vaksinasi tahap pertama yang sasarannya tenaga kesehatan sudah selesai dilakukan. Vaksinasi tahap pertama itu dilaksanakan sejak 13 Januari 2021. Sasaran tenaga kesehatan yang divaksin mencapai 1.468.764 orang. Sedangkan vaksinasi tahap tiga direncanakan mulai dilaksanakan pada Juni 2021.