Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menyatakan penyebab kota lama, dan 8 Kecamatan karena pompa tidak berfungsi dengan baik. Pihaknya akan melakukan evaluasi perbaikan atau memperluas sistem drainase, lalu meningkatkan kapasitas pompa.
"Lihat Kota Lama yang seharusnya selesai urusan banjir sampai malam kemarin air tidak bisa keluar airnya. Karena kali Semarang dan kali baru, Polder Tawang penuh jadi limpas lagi. Sampai semalam belum tuntas airnya tapi tadi pagi lewat sudah selesai," kata Hendrar Prihadi, Minggu (7/2).
Dia menyebut banjir di kota Semarang hampir menggenangi di 8 kecamatan. Bahkan di wilayah Semarang barat, banyak warga yang menengah atas memilih mengungsi ke penginapan hotel.
"Mereka dibantu evakuasi sama truk Satpol PP. Ada yang menginap di hotel tapi bergeser ke kodim, info selanjutnya dijemput dan pindah di rumah keluarganya. Untuk pengungsian tidak ada," ungkapnya.
Menurutnya banjir sejak Jumat (5/2) malam tersebut karena hujan kategori ekstrim hampir di 8 kecamatan, 2 kecamatan hujan sangat lebat, 6 kecamatan hujan lebat.
"Ada 6 titik lokasi banjir, 27 titik tanah longsor terdapat 2 orang meninggal dunia akibat tertimpa longsor. 3 orang meninggal dunia akibat tersengat listrik," ujarnya.
Sedangkan ketinggian genangan air di Kaligawe Semarang sekitar 80 cm. Kemudian di Purianjasmoro yang warganya sempat dievakuasi, ketinggian air sekitar 30-50 cm.
"Sementara untuk jalur protokol di Kota Semarang saat ini sudah bisa dilalui," ujarnya.
Terkait pengungsi banjir di Semarang kini sudah mulai kembali ke rumahnya. "Tercatat yang masih di Genuk jumlahnya tidak banyak satu musola 10-20 KK. Di Pedurungan di Tlogosari Kulon. Semalam 3 KK bersiap pulang," kata dia.
Hendi berharap cuaca dalam kondisi cerah seperti saat ini, agar percepatan pengentasan banjir bisa segera dilakukan. Hendi juga mengatakan jika permasalah banjir di Kota Semarang terjadi atas tiga hal besar, yakni curah hujan tinggi, Drainase yang kurang memadai dan banjir karena rob.
"Banjir di semarang ada tiga penyebabnya yakni karena hujan sehingga air harusnya masuk ke sungai dan sungainya harus dinormalisasi, lalu karena hujan dan masuk daerah perkotaan jadi drainase nya harus di besarkan karena curah hujan sangat tinggi, yang ketiga banjir karena rob," tutup dia.