Sebuah video memperlihatkan sejumlah warga menangkap ribuan ikan yang terdampar di pantai. Peristiwa yang terjadi di Pantai Muaya, Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan, Badung, Bali, Kamis (10/12) itu lantas viral di media sosial.
Kepala Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar, Permana Yudiarso menuturkan bahwa ikan yang naik ke pantai adalah jenis ikan lemuru atau sadinella sp atau ikan sarden.
"Jenis ikan lemuru yang dibikin sarden," kata Yudiarso, saat dihubungi Kamis (10/12).
Fenomena ikan naik ke permukaan dan terdampar di pantai itu bisa disebabkan oleh salah satu dari dua faktor secara umum. Pertama, karena perubahan musim hingga gelombang tinggi dan mendorong mereka ke pinggir pantai. Kedua karena musimnya ikan tersebut melimpah.
"Biasanya di perairan selatan Bali itu, lemuru kondisinya lagi berlimpah dan mereka mencari makan di pinggir-pinggir pantai. Bulan-bulan ini kelimpahannya lagi tinggi dan musimnya juga atau gelombang arusnya kencang dan mendorong ke arah pantai dan terbawa arus," imbuhnya.
Ia mengatakan, bahwa dua faktor secara umum yang membuat ikan tersebut ke pinggir pantai. Karena, kalau gempa bumi di dalam laut beberapa hari ini laporannya belum ada.
"Kalau gempa bumi tidak ada dalam beberapa hari ini laporannya. Biasanya, ini karena faktor cuaca karena gelombang besar dan mungkin terbawa ke pinggir pantai," jelasnya.
Ia juga menyatakan, bahwa fenomena tersebut kemungkinan akan terjadi beberapa hari dan tidak akan lama karena hal tersebut karena bisa perubahan cuaca atau sedang musim ikan tersebut.
"Ini perubahan cuaca, kita lihat prediksi BMKG sampai tanggal 12 atau tanggal 28. Iya mungkin beberapa hari saja," ujar Yudiarso.