Perkara Rekaman Suara, Keluarga JK dan Danny Pomanto Saling Lapor ke Polisi

Dia melaporkan balik ke Polda Sulsel malam harinya, pukul 23.00 wita.

Salviah Ika Padmasari
Oleh Salviah Ika Padmasari - Reporter
Perkara Rekaman Suara, Keluarga JK dan Danny Pomanto Saling Lapor ke Polisi
Jusuf Kalla. ©2019 Merdeka.com/Salviah Ika Padmasari

Solihin anak Jusuf Kalla melaporkan Mohammad Ramdhan Pomanto atau Danny Pomanto, calon Wali Kota Makassar nomor urut 1 ke Polda Sulsel, Sabtu (5/12). Danny dilaporkan karena dianggap melakukan pencemaran nama baik. Danny melawan. Dia melaporkan balik ke Polda Sulsel malam harinya, pukul 23.00 wita.

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Polisi Ibrahim Tompo dikonfirmasi, Minggu (6/12) membenarkan soal laporan keluarga Jusuf Kalla tersebut.

"Iya laporan keluarga Jusuf Kalla diwakili sejumlah tim hukum diterima di bagian SPKT diteruskan ke Direktorat Reserse Kriminal Khusus," kata Ibrahim Tompo.

Ditanya soal kemungkinan rekaman suara itu adalah pembicaraan pribadi dan apakah perekam dan penyebar video itu akan turut diperiksa dalam proses penyelidikan, Ibrahim mengatakan, belum sejauh itu.

Sementara Danny Pomanto yang juga dikonfirmasi mengatakan, pihaknya telah melapor balik diwakili tim hukumnya semalam.

"Yang kami laporkan itu perekamnya, penyebarnya dan orang-orang lain yang memprovokasi termasuk provokasi SAR. Dasarnya UU ITE. Kita punya bukti bahwa dia yang merekam. Dia ini orang-orangnya Appi. Mereka yang merekam, menyebar, mereka juga yang marah-marah ke saya, mereka juga yang lapor. Ini konspirasi," kata Danny Pomanto.

Dia menegaskan, pihaknya punya bukti siapa yang merekam dan menyebarkan. Jelas terencana untuk memprovokasi, membentur-benturkan rakyat satu sama lain.

Diketahui, aksi saling lapor ini berkaitan dengan beredarnya rekaman suara Danny Pomanto yang menyebut ada Jusuf Kalla di balik penangkapan Edhy Prabowo. Tertulis Amirullah, 27 November 2020 pukul 09.30 wita. Amirullah itu nama jalan kediaman pribadi Danny Pomanto.

Ditanya soal rekaman suara itu, Danny Pomanto mengakui itu suaranya diambil di rumahnya ketika menerima dan diskusi dengan tamu.

"Itu di rumah pribadi saya, pendapat pribadi saya, mengulas fakta-fakta yang memang begitu. Dan sudah dibahas oleh media Seword dan semua orang tahu. Lalu apa salahnya. Ini kebebasan berpendapat," tandasnya.

Rekomendasi