Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo (Rudy) menegaskan, masyarakat tidak perlu takut terhadap Covid-19. Bagi yang terpapar, Rudy minta agar tenang dan tidak perlu takut, apalagi sampai melarikan diri dari rumah sakit.
“Covid-19 itu bukan aib kok, takut kenapa? Dan kalau alasannya biaya, wong tidak mengeluarkan biaya,” ujar Rudy, Selasa (3/11).
Pernyataan tersebut sekaligus menanggapi pertanyaan wartawan, terkait kaburnya seorang pasien asal Kelurahan Pucangsawit, Jebres, dari RSUD dr Moewardi Solo, Rabu (28/10) lalu. Rudy berharap tetangganya tersebut segera pulang ke rumah.
“Sampai saat ini belum ada kabar. Kepada keluarga sudah saya sampaikan, bahwa kalau saudara Hendri tersebut pulang, boleh melakukan karantina mandiri, namun kita monitor, kita awasi,” katanya.
Selama menjalani karantina, lanjut Rudy, Pemerintah Kota Solo akan menjamin logistik maupun kebutuhan lainnya. Pihaknya sampai saat ini masih melakukan upaya pencarian, agar pasien rumah sakit milik Provinsi Jawa Tengah itu kembali atau pulang ke rumah.
Demikian juga dengan anak dan istri pasien yang kabur tersebut dinyatakan positif Corona, mereka juga harus melakukan karantina mandiri. Mereka tidak diperbolehkan berpergian ke mana-mana dan logistik akan dikirim oleh pemerintah.
“Jadi kalau ada yang merasa tidak diperhatikan itu, salah besar. Mulai dari perawatan dan Karantina mandiri, Pemkot tanggung jawab kok,” katanya.
Advertisement
Camat Jebres, Sulistiarini menambahkan, pihaknya sudah melakukan pemantauannya di rumah pasien yang melarikan diri tersebut. Namun hingga saat ini pasien tersebut tidak menampakkan batang hidungnya. Bahkan istrinya sudah berusaha menghubungi keluarga dan rekam lainnya namun, Hendri tidak diketahui keberadaannya.
“Anak dan istrinya juga positif, itu konfirmasinya tiga hari lalu. Begitu suaminya melarikan diri, besoknya anak dan istri langsung di-swab. Dan hasilnya baru keluar 3 hari lalu, ternyata terkonfirmasi positif dan langsung diminta karantina mandiri,” jelasnya.
Diberitakan sebelumnya, seorang pasien Covid-19 RSUD dr Moewardi Solo yang sedang menjalani perawatan melarikan diri alias kabur. Manajemen rumah sakit milik Pemprov Jawa Tengah itu telah melaporkan kejadian tersebut kepada Pemerintah Kota Solo, pada Selasa (27/10) pagi.
Direktur Utama RSUD dr Moewardi, Cahyono Hadi membenarkan peristiwa tersebut. Pihaknya sudah melaporkan peristiwa tersebut kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Solo.