Ratusan warga, mayoritas kalangan ibu-ibu memblokir jalan di kampungnya di Desa Gunung Kembang, Kecamatan Merapi Timur, Lahat, Sumatera Selatan, Selasa (29/9). Mereka kesal penambangan dan pengangkutan batubara membuat kampungnya penuh debu.
Mereka memblokir Jalan Lintas Sumatera dengan cara kompak duduk di tengah jalan. Alhasil, transportasi dari dan menuju tambang macet total. Kemacetan kendaraan di jalan negara itu hingga puluhan kilometer.
Kasatreskrim Polres Lahat AKP Kurniawi H Barmawi membenarkan terjadinya pemblokiran jalan oleh emak-emak. Dia mengaku baru saja pulang dari lokasi untuk mengamankan situasi.
"Benar, ibu-ibu demo dan menutup jalan," ungkap Kurniawi.
Dikatakan, massa menuntut perusahaan tambang dan pemerintah memberikan dispensasi terhadap warga yang terdampak akibat penambangan. Mereka meluapkan emosinya karena lingkungan kampung tercemar debu sisa-sisa penambangan.
"Tuntutannya ada perhatian begitu," ujarnya.
Dia mengatakan, aksi tersebut berakhir setelah Bupati dan Kapolres Lahat tiba di lokasi. Pemerintah menampung aspirasi warga dan akan memberikan solusi agar kejadian itu tak terulang lagi.
"Infonya pemblokiran jalan itu sudah sejak tadi malam sampai siang ini. Alhamdulillah sudah bubar, semua petinggi daerah menemui massa," tutupnya.