Jokowi Saksikan Penyuntikan Uji Klinis Calon Vaksin Covid-19 ke 1.620 Relawan

Jokowi menargetkan uji klinis fase III terhadap kandidat vaksin ini dapat selesai dalam enam bulan.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Jokowi Saksikan Penyuntikan Uji Klinis Calon Vaksin Covid-19 ke 1.620 Relawan
Jokowi di Bio Farma. ©2020 Foto: Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden

Presiden Joko Widodo menyaksikan langsung penyuntikan kandidat vaksin Covid-19 ke 1.620 relawan di Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran Bandung Jawa Barat, Selasa (11/8). Adapun penyuntikan vaksin tersebut merupakan fase uji klinis tahap III.

"Hari ini saya hadir di Fakultas Kedokteran di Bandung Unpad dalam rangka melihat secara langsung pelaksanaan penyuntikan yang perdana untuk imunisasi, untuk 1.620 relawan," ujar Jokowi saat memberi keterangan pers usai peninjauan yang disiarkan di YouTube Sekretariat Presiden, Selasa.

Jokowi menargetkan uji klinis fase III terhadap kandidat vaksin ini dapat selesai dalam enam bulan. Jika vaksin ini lolos uji klinis tanpa efek samping, diharapkam dapat segera diproduksi massal oleh PT Bio Farma.

"Kita harapkan nanti di bulan Insya Allah di bulan Januari kita sudah bisa memproduksi dan sekaligus juga kalau produksinya sudah siap langsung diberikan vaksinasinya kepada seluruh masyarakat di tanah air," jelas dia.

Adapun vaksin yang disuntikkan kepada 1.620 relawan ini dikembangkan PT Bio Farma bersama perusahaan vaksin asal Tiongkok Sinovac. Uji klinis tahap III sebelum vaksin Covid-19 ini diproduksi besar-besaran merupakan tahapan yang perlu dilalui semua produk farmasi termasuk obat-obatan dan vaksin.

Kerjasama Bio Farma dengan Sinovac terjadi karena memiliki kesamaan platform antara vaksin yang dikembangkan Sinovac dengan kemampuan Bio Farma dalam memproduksinya yaitu inactivated vaccine.

Selain itu, pengalaman Sinovac dalam pengembangan vaksin di tengah pandemi dan memenuhi Pre-qualifikasi WHO. Misalnya, pembuatan vaksin SARS memperkuat keyakinan Bio Farma bersinergi untuk menghasilkan vaksin yang dibutuhkan seluruh dunia tersebut.

Reporter: Lizsa Egeham

Sumber : Liputan6.com

Rekomendasi