Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyampaikan dua usulan untuk meningkatan kapasitas tes virus Covid-19. Usulan pertama yaitu bekerja sama dengan pihak swasta.
"Ada layanan dari swasta namanya pay per service PCR. Karena lab kami sudah mentok maksimal hanya 15 sampai 20.000 kalau diizinkan kebijakan itu maka kita bisa menaikan statistik dengan kerjasama swasta," katanya saat melaporkan penanganan Covid-19 di Jawa Barat, Selasa (11/8).
Dia menjelaskan, jika disetujui nantinya pihak swasta tersebut akan menginvestasikan alat. Kemudian pihaknya akan membayar dengan per pasien.
"Mereka investasi alatnya kita hanya ngasih nama pasien atau potensi yang dites swab," ujarnya.
Selanjutnya yaitu dengan penggunaan alat polymerase chain reaction (PCR) portable. Alat tersebut, kata Ridwan, bisa digunakan sampai pelosok daerah. Dia pun berharap usulan tersebut bisa direstui oleh Jokowi.
"Kami punya PCR segede koper pak. Sehingga ini bisa dibawa ke pelosok-pelosok di hutan di gunung di desa-desa yang tidak terjangkau oleh mobil PCR dan fasilitas sehingga pengetesan bisa dilakukan sekarang merata dengan menugaskan petugas-petugas," jelasnya.
"Mudah-mudahan kalau berkenan inovasi Jawa Barat ini juga bisa menjadi sebuah terobosan untuk memastikan tingkat pengetesan tidak hanya berkumpul di daerah kepadatan kota pak," tutup pria yang akrab disapa Emil.