Takut Jadi Buronan, 4 Anak Buah John Kei Menyerahkan Diri

"Kami mengatakan bahwa negara selalu hadir di tengah-tengah masyarakat dan negara tidak boleh kalah dalam bentuk aksi segala bentuk premanisme yang ada dan para pelaku-pelaku di belakangnya," tutup Calvijn.

Nur Habibie
Oleh Nur Habibie - Reporter
Takut Jadi Buronan, 4 Anak Buah John Kei Menyerahkan Diri
Ilustrasi borgol. ©2015 merdeka.com/arie basuki

Sejumlah anak buah John Refra Kei alias John Kei telah ditangkap oleh polisi. Sebanyak 39 orang telah ditangkap terkait kasus penyerangan dan pembacokan terhadap kelompok Agrapinus Rumatora alias Nus Kei yang menewaskan satu orang.

Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya AKBP Jean Calvijn Simanjuntak mengatakan ada empat anak buah Jhon Kei yang menyerahkan diri ke polisi.

"Ternyata didapatkan ada empat pelaku yang menyerahkan diri, satu pelaku yang menyerahkan diri di Depok itu adalah pelaku Kosambi dengan melakukan enam orang lainnya," kata Calvijn di Polda Metro Jaya, Senin (29/6).

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menjelaskan, satu pelaku yang menyerahkan diri ke Polsek Cimanggis, Depok yakni atas nama inisial T yang ikut dalam aksi pembacokan yang terjadi di Kosambi, Jakarta Barat.

"Karena resah keluarga takut jadi korban kasus ini dan menyerahkan diri ke Depok," jelas Yusri.

Lalu, pelaku atas nama inisial MAN juga menyerahkan diri langsung ke Resmob, Polda Metro Jaya. MAN diketahui memiliki senjata jenis colt USA Cal 22 Nomor Seri H 12476 dan 10 peluru cal 22.

"Peran ada dalam satu kendaraan di mobil Cayla. Waktu itu saksi mengatakan ada 7 tembakan, dia ikut juga melakukan tembakan. Sehingga ada 2 senpi, pada saat itu kena satu ojol. Sekarang lagi diuji balistik oleh penyidik untuk mengetahui Ini menggunakan senpi WL (tersangka sebelumnya ditangkap) atau MAN alias A. Ada 1 peluru tertinggal saat ini. Sopir ojol sudah operasi, alhamdulillah sudah keluar pecahan proyektil," ujarnya.

Berikutnya, pelaku yang menyerahkan diri ke polisi berinisial PM alias O. Dia ikut melakukan penyerangan yang terjadi di Tangerang. "Menyerahkan diri di daerah Cikarang. Sempat merasa resah, takut jadi buronan. Kemudian telepon anggota polisi untuk menjemput yang bersangkutan," ucapnya.

Selanjutnya, pelaku atas nama inisial ARK alias G juga ikut menyerahkan diri ke Polres Jakarta Timur. Saat kejadian di Tangerang, dia yang telah menabrak security atau satpam di lokasi kejadian.

"Perannya menabrak security menggunakan Innova. Kan waktu itu ada dua mobil ada Fortuner menabrak pagar, nah ini Innova menabrak security," ungkapnya.

"Terkait hal ini, kami mengatakan bahwa negara selalu hadir di tengah-tengah masyarakat dan negara tidak boleh kalah dalam bentuk aksi segala bentuk premanisme yang ada dan para pelaku-pelaku di belakangnya," tutup Calvijn.

Rekomendasi