Sersan Mayor (Serma) Rama Wahyudi yang gugur dalam misi menjaga perdamaian di Kongo. Serma Rama dan rombongan ditembak milisi saat memperbaiki jembatan untuk rakyat Kongo.
Sederet misi kemanusiaan yang dijalankan TNI di negara konflik tersebut. Misalnya, Satgas TNI Kontingen Garuda (Konga) sukses mendamaikan konflik antar suku yang terjadi di Kalemie Provinsi Tanganyika, Kongo.
Komandan Satgas TNI Konga RDB Monusco Kongo, Kolonel Inf Daniel Lumbanraja mengatakan, konflik atas pertikaian tiga suku di Desa Kashege, Kalemie Provinsi Tanganyika, Republik Demokratik Kongo telah berakhir.
Daniel mengatakan, pertikaian ini telah berakhir dengan ditandakan penyerahan 24 pucuk senjata api dan puluhan panah oleh tim Long Range Mission (LRM) Kompi Bravo IndoRDB yang dipimpin oleh Kapten Inf. Nuzul Sudjatmiko dan Letda Inf. Eka Rahmat Malpura
“Penyerahan 24 senjata api yang terdiri dari 21 pucuk senjata jenis AK-47,3 Pucuk Senjata Api Rakitan, 15 buah magazen, 51 busur panah beserta 63 anak panah,” sebut Daniel.
“Selain itu, Kami juga berhasil mengakhiri pertikaian 3 suku di Desa Kashege. Ditandai dengan menyerahnya 27 orang milisi yang terdiri dari 12 Orang dari Kelompok Milisi Persi Kaomba pimpinan Mr. Mukonga Faliala, 7 Orang dari kelompok Milisi Aleluya pimpinan Bilenge Shindano dan 8 orang dari Kelompok Apa na Pale pimpinan Mr. Kisidja Mwenge Salumu,” tambahnya.
Advertisement
Selain itu, Daniel mengatakan, pada saat penyerahan Disarmament Demobilization Reintegration (DDR) yang juga dihadiri oleh Head of Office (HoO) Monusco wilayah Kalemie, turut membantu adanya kesepakatan perdamaian antara tiga kelompok yang selama ini bertikai untuk memperebutkan kekayaan alam yang ada di daerah tersebut .
“Keberhasilan tim LRM Satgas TNI Konga XXXIX-B Monusco Kongo untuk memediasi ketiga suku dan memperoleh 24 pucuk jenis AK-47 tersebut merupakan bentuk pelaksanaan dari mandat PBB yaitu Protection of Civilian (POC) atau perlindungan warga sipil,” ujarnya.
Tidak lupa, Daniel juga memberikan apresiasi dan penghormatan atas keberhasilan Kompi Bravo IndoRDB yang dipimpin Mayor Inf Dikdik Sukayat yang ikut berkontribusi dalam proses perdamaian ini.
“Serta kepercayaan dari ex-combatan kepada Satgas TNI Konga XXXIX-B Monusco Kongo yang bekerjasama dengan tokoh adat baik itu kelompok perci Kaomba, Perci Aleluya maupun kelompok Apa Napaledi wilayah Area of Responsibility COB Kompi Bravo IndoRDB yang dipimpin Mayor Inf Dikdik Sukayat,” tuturnya.