Keindahan Dieng yang Mulai Diselimuti Embun Es

Kemunculan embun es ini diperkirakan bukan yang terakhir. Sebab bulan Juni barulah awal kemarau. Embun es diperkirakan akan berpotensi muncul hingga Agustus mendatang.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Keindahan Dieng yang Mulai Diselimuti Embun Es
Embun es di Dieng. ©2019 Merdeka.com

Embun es atau bun upas kembali muncul di Dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah, pada Jumat pagi (12/6) kemarin. Ini kemunculan pertamanya pada musim kemarau tahun ini.

Embun es tipis dilaporkan tampak di pelataran Kompleks Candi Arjuna, Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara. Seperti tahun yang sudah-sudah, kemunculan embun es ini disambut gembira.

Kemunculan embun es biasanya disusul dengan meningkatnya kunjungan wisata di Dieng. Tetapi, tidak tahun ini. Seiring dengan keputusan menutup objek wisata di Dieng selama masa pandemi Covid-19.

"Ya kan ditutup. Sayang sekali tidak ada yang berkunjung," kata Slamet Budiono, Kepala Desa Dieng Kulon.

Kemunculan embun es ini diperkirakan bukan yang terakhir. Sebab bulan Juni barulah awal kemarau. Embun es diperkirakan akan berpotensi muncul hingga Agustus mendatang.

"Bahkan kalau kemarau panjang embun es bisa muncul sampai September," ucapnya.

Penjelasan BMKG soal Kemunculan Embun Es

Kepala Stasiun Geofisika BMKG Banjarnegara, Setyoajie Prayodie, mengatakan saat ini sebagian wilayah Jawa Tengah sudah masuk musim kemarau. Hal itu ditandai dengan menguatnya angin timuran.

Peristiwa embun upas adalah fenomena yang lazim terjadi di wilayah dataran tinggi Dieng (Dieng Plateau) dengan topografi pegunungan dengan ketinggian di atas 2.000 meter dari permukaan laut. Periode kemunculannya bulan Mei-Agustus saat musim kemarau sedang berlangsung.

"Hal ini mengakibatkan sedikitnya uap air yang terbentuk meski pun hanya sedikit yang berkurang dari kondisi normal," kata Setyoajie.

Setyo mengungkapkan, dari citra satelit Himawari-8 pada kanal Water Vapour, Jumat 12 Juni 2020 jam 14.00 WIB terlihat intrusi kering dari Australia kuat di wilayah Jawa Tengah. Di lain sisi, karena adanya intrusi udara kering mengakibatkan berkurangnya uap air menyebabkan pembentukan awan berkurang bahkan cenderung tidak terbentuk awan.

Akibatnya outgoing solar radiation dari gelombang panjang permukaan bumi menjadi tinggi karena tidak ada awan sebagai penahan, Outgoing solar radiation yang tinggi menyebabkan suhu udara turun drastis sehingga pada dini hari suhu dapat mencapai di bawah titik beku.

Meski embun telah muncul, BMKG mengimbau agar masyarakat tetap tenang namun waspada. Jika membutuhkan informasi terkait iklim dan cuaca warga bisa menghubungi kantor BMKG terdekat atau pantau langsung melalui aplikasi infoBMKG yang bisa diunduh di Playstore atau Appstore bagi pengguna perangkat telepon selular.

Reporter: Muhamad Ridlo
Sumber: Liputan6.com

Rekomendasi