Angka kasus baru positif Covid-19 terus bertambah, seperti di Surabaya maupun DKI Jakarta yang terus bertambah dan membuat kedua wilayah itu masih menjadi episentrum penyebaran Covid-19.
Seperti diketahui, Kota Surabaya pada Kamis (11/6) telah bertambah kasus baru 188 orang menjadi total kasus 3.627 pasien. Sedangkan, Provinsi DKI mengalami penambahan kasus baru sebanyak 129 orang yang dibandingkan dengan data Rabu (10/6) kemarin, dari 8.423 pasien.
Berdasarkan peningkatan angka kasus baru Positif Covid-19 tersebut, Pakar Epidemologi Universitas Indonesia Pandu Riono menilai, jika faktor meningkatnya angka kasus Covid-19 di Jakarta dan Surabaya, karena tracing (pelacakan) yang sudah ditingkatkan.
Selain itu, Dia mengatakan, angka kasus saat ini merupakan dampak dari pergerakan manusia saat bulan Ramadan dan Idul Fitri kemarin, yang pergerakannya baru terdeteksi dan terlacak oleh pemerintah.
"Di Jakarta dan Surabaya itu angka terus meningkat, kalau menurut saya bagus meningkat, karena itu bentuk kontak tracing yang ditingkatkan. Saat ini tracing dilakukan kepada pasien positif Covid-19 terhadap 25 orang yang melakukan kontak langsung, untuk segera dilacak," ujar Pandu saat diskusi daring, Kamis (11/6).
"Jadi jangan menganggap kalau ada peningkatan kasus itu otomatis buruk, jadi mungkin itu bisa karena aktifitas yang lebih aktif pada tracing-tracing ke orang-orang yang melakukan kontak kepada pasien positif Covid-19," katanya.
Oleh karena itu, dia menyarankan kepada pemerintah untuk meningkatkan kembali kualitas tracing hingga menyasar sampai 50 orang pelacakan pada satu kasus positif Covid-19.
"Karena negara yang bisa melakukan pelacakan dan masyarakat yang patuh terhadap protokol-protokol kesehatan. Itulah negata yang berhasil menekan angka penyebaran Covid-19," sambungnya.
Advertisement
Pemerintah Tingkatkan Tracing
Sebelumnya, Pemerintah mengumumkan ada penambahan 1.241 kasus baru Covid-19 dalam 24 jam terakhir di Indonesia, berdasarkan data yang masuk hingga Rabu (10/6) pada pukul 12.00 WIB. Total ada 34.316 kasus Covid-19 di Indonesia, sejak 2 Maret 2020.
"Kasus positif Covid-19 yang kami konfirmasi ada sebanyak 1.241, sehingga totalnya 34.316 kasus," ujar Juru Bicara Pemerintah Percepatan Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto di Graha BNPB, pada Rabu (10/6).
Hari ini merupakan rekor tertinggi penambahan kasus positif corona di Indonesia. Di saat bersamaan pemerintah tengah gencar menyosialisasikan kehidupan normal yang baru atau new normal.
Juru Bicara Pemerintah Percepatan Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto menjelaskan alasan meningkatnya jumlah kasus positif Covid-19 dua hari terakhir. Menurutnya, hal itu terjadi karena tracing yang agresif oleh pemerintah.
Dia menjelaskan, sebagian besar penambahan kasus hari ini berdasarkan spesimen yang dikirim oleh puskesmas atau dinas kesehatan. Tidak didominasi oleh spesimen yang dikirim oleh rumah sakit.
"Ini adalah bukti bahwa memang tracing yang agresif akan bisa menangkap begitu banyak kasus positif dan sudah barang tentu kita akan menginginkan kasus ini kemudian melakukan isolasi dengan sebaik baiknya secara mandiri agar tidak menjadi sumber penularan bagi orang lain," kata Yuri.