Sartuti (53), seorang tenaga kesehatan yang ikut menangani Covid-19 di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah mendapatkan ancaman. Informasi yang dihimpun menyebutkan, wanita yang bekerja di Puskesmas Kecamatan Kedawung itu mendapat intimidasi dari seseorang melalui telepon maupun pesan singkat WhatsApp.
Pesan singkat bernada ancaman tersebut sempat membuat gusar Sartuti. Sehingga saat bekerja menangani pasien terkait Covid-19 ia merasa tidak nyaman. Ancaman yang terjadi pada Kamis malam pekan lalu tersebut diduga dari seseorang yang mengaku berasal dari salah satu klaster penyebab penularan Covid-19 di Sragen.
Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia sangat menyayangkan kasus tersebut terjadi kepada tenaga kesehatan yang sedang berjuang di garis terdepan penanganan virus Corona.
Dia menjelaskan, pihaknya telah memberikan pendampingan kepada korban. Saat ini kasus intimidasi tersebut sudah diserahkan ke aparat penegak hukum untuk didalami.
"Kami sudah memberikan pendampingan kepada korban teror. Diperlukan upaya bersama-sama dalam menyelesaikan kasus tersebut, karena kita tidak bisa menyelesaikan sendiri. Kita sudah lapor kepolisian dan tinggal kita tunggu hasilnya," katanya saat dihubungi merdeka.com, Rabu (3/6).
Menurutnya, kondisi korban saat ini dalam keadaan baik dan sehat. Saat ini, dikatakannya, tidak ada ancaman lanjutan dari pelaku. Kendati demikian Pemkab Sragen tetap menyikapi masalah tersebut dengan serius.
"Kita serahkan pada aparat penegak hukum, kita serius kok," tandasnya.
Yuni menegaskan, Pemkab Sragen dan jajarannya tidak pernah membeda-bedakan dalam penanganan Covid-19. Apalagi tindakan diskriminasi terhadap kelompok tertentu. Semua tim gugus tugas dan tenaga kesehatan mempunyai niat yang sama, membantu masyarakat.