Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unhas, Prof Dr Arsunan Arsin menanggapi serius kasus temuan bendera warna merah putih bergambar palu arit di dalam kampus, 26 Mei 2020. Kasus ini akan diteruskan ke pihak kepolisian.
"Sejak awal kami tegaskan bahwa penemuan ini (bendara palu arit) adalah hal serius. Buktinya, kami segera memerintahkan kepada satuan pengamanan kampus untuk menyerahkan kepada aparat kepolisian untuk diproses secara hukum. Berita acara serah terima temuan tersebut ada tertanggal 12 April 2020 kami serahkan," tegas Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unhas, Prof Dr Arsunan Arsin melalui keterangan tertulis, Selasa (2/6).
Laporan ke polisi sekaligus untuk menjawab tudingan bahwa pihaknya menganggap remeh kasus tersebut. Unhas menyerahkan kasus ini kepada pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti.
"Waktu itu dalam berbincangan biasa, saya menjelaskan bahwa belum pasti itu bendera, bisa jadi hanya kain-kain biasa. Karena bendera merah putih sebagai simbol nasional itu kan ada standarnya, ada undang-undangnya. Makanya, saya mengatakan kita serahkan ke kepolisian untuk proses penyelidikan," tandasnya.
Lebih jauh dijelaskan, saat penemuan kain berwarna merah putih bergambar palu arit oleh sekuriti, kampus sedang dalam keadaan kosong. Tidak ada aktivitas mahasiswa karena sudah menerapkan belajar dari rumah sejak tanggal 16 Maret 2020.
"Begitu juga pekerjaan administratif sebagian besar dikerjakan dari rumah. Makanya, kami belum bisa memperkirakan oknum atau pihak yang memasangnya (bendera)," kata Prof Arsunan Arsin.
Sebelumnya, satpam Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Sulawesi Selatan menemukan bendera merah putih bergambar Palu Arit di area kampus. Bendera itu kini diamankan di Polsek Tamalanrea.
"Iya betul, bendera sudah di sini. Sementara kita selidiki karena ini merupakan simbol negara yang gambari. Ini betul-betul tidak layak," kata Kapolsek Tamalanrea, Kompol Aris, Selasa (26/5). Dikutip dari Liputan6.com.
Aris menjelaskan bahwa penemuan bendera merah putih yang digambari Palu Arit itu ditemukan oleh satpam kampus yang sedang berpatroli. Bendera ditemukan di bangunan yang berada di salah satu fakultas.
"Kita akan cari tahu siapa yang menggambar di bendera merah putih itu," terang Aris.