Cegah Penyakit Stroke, Warga Manado Diedukasi Lewat Pemutaran Film 3 Dimensi

Sejumlah warga di Manado mengikuti edukasi mengenai kesehatan otak manusia dan pencegahan penyakit stroke, melalui pemutaran film tiga dimensi 'The Amazing Human Brain and the Potential Catastrophe' di cinemax Bahu Mal, Manado, Sulawesi Utara.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Cegah Penyakit Stroke, Warga Manado Diedukasi Lewat Pemutaran Film 3 Dimensi
Pemutaran film tiga dimensi terkait kesehatan otak. ©2019 Merdeka.com

Sejumlah warga di Manado mengikuti edukasi mengenai kesehatan otak manusia dan pencegahan penyakit stroke, melalui pemutaran film tiga dimensi 'The Amazing Human Brain and the Potential Catastrophe' di cinemax Bahu Mal, Manado, Sulawesi Utara.

"Pemutaran film tiga dimensi tersebut berisikan pesan-pesan preventif kepada masyarakat, yang mendalam untuk mendeteksi masalah apapun di otak," Kata Ahli Bedah Saraf Indonesia, Prof. Dr. Dr. dr. Eka Wahjoepramono, Sp.Bs, PhD dalam keterangannya yang diterima merdeka.com, Selasa (1/10).

Edukasi yang digelar RS Siloam Manado tersebut menghadirkan tiga narasumber Eka Wahjoepramono, Assoc Prof DR Dr Eko Prasetyo, SpBS (K) serta DR dr Maximillian Ch.Oley, SpBS (K) dari Manado.

Saat pemutaran film dan penjelasan secara langsung, penonton antusias melihat bagian otak yang dioperasi tidak gampang. "Dengan film ini diharapkan bisa dan mau melakukan cek up sehingga bisa tahu jika ada yang tak beres seperti adanya gejala stroke dan lainnya," lanjut Eka.

Sementara itu, Maximillian menuturkan, pemeriksaan otak perlu dilakukan, karena sekali rusak otak tak bisa diperbaiki lagi, sehingga perlu dilakukan pemeriksaan kesehatan otak dengan MRI dan MRA.

"Stroke itu bisa dihindarkan 90 persen lebih, kalau dia cek atau ketemu dokter keluarga dan dia ikut aturannya," tambahnya.

"Jika ditemukan ada pendarahan di otak, maka yang penting adalah waktu, jangan menunda segera lakukan tindakan operasi segera jangan menunda, untuk kesehatan," sarannya.

Selain pemutaran film, juga ada testimoni dari beberapa orang yang pernah melakukan operasi otak dan operasi di tulang belakang, seperti mantan Bupati Minahasa Vreeke Runtu yang mengaku dioperasi sejak 2005, dan juga Pdt. Meiva Salindeho-Lintang yang menceritakan keberhasilan menjalani operasi.

Rekomendasi