Tangani Pasien Stroke, RS Siloam Denpasar Gunakan Teknik DSA

Siloam Hospitals Denpasar Bali menyediakan layanan DSA atau Digital Substaction Angiography untuk menangani pasien stroke. DSA merupakan cara mengambil gambar arteri, vena dan organ tubuh menggunakan peralatan x-ray yang sudah terkomputerisasi secara kompleks.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Tangani Pasien Stroke, RS Siloam Denpasar Gunakan Teknik DSA
Ilustrasi Stroke. ©2014 Merdeka.com

Siloam Hospitals Denpasar Bali menyediakan layanan DSA atau Digital Substaction Angiography untuk menangani pasien stroke. DSA merupakan cara mengambil gambar arteri, vena dan organ tubuh menggunakan peralatan x-ray yang sudah terkomputerisasi secara kompleks.

Teknik DSA juga bisa diterapkan sebagai tindakan kuratif pada pasien, terutama yang baru saja mengalami serangan stroke penyumbatan. Pada DSA konvensional, untuk menggambar pembuluh otak, cairan kontras disemprotkan melalui pembuluh leher sebagai pembuluh terdekat. Film yang digunakan pun berlapis-lapis.

Namun dengan teknologi terbaru dan sistem digital yang terkomputerisasi, DSA bisa mendeteksi abnormalitas pada pembuluh darah secara lebih jelas dan terukur, serta penggunaan cairan kontras seminimal mungkin. Kemajuan paling signifikan dibandingkan sistem konvensional, adalah penggunaan kateter (selang kecil dengan diameter lebih kecil dari 2mm) melalui pembuluh kaki (femoral).

Selain lebih nyaman, prosedur yang dikenal sebagai Trans Femoral Cerebral Angiography (TFCA) ini juga lebih aman bagi pasien.

"Karena pembuluh leher (carotis) memiliki sensitivitas yang vital bagi lancarnya darah dari dan menuju otak. Jadi dengan tindakan invasif seminimal mungkin, hasil yang dicapai pun lebih baik," jelas dokter Kumara Tini dari Siloam Hospitals Denpasar. Dikutip dari Liputan6.com, Senin (23/9).

Tujuan DSA ada dua, yaitu diagnostik dan terapeutik. Diagnostik untuk mendeteksi kelainan pembuluh darah, vaskularisasi tumor, dll.

Pasien hanya perlu melakukan persiapan berupa puasa empat jam, pengecekan HB dan leukosit, fungsi ginjal dan hati. Pasien dengan diabetes mellitus sebaiknya menghentikan pemakaian obat sehari sebelum tindakan DSA.

Terapeutik, yaitu untuk tindakan pengobatan abnormalitas pada pembuluh darah, dengan cara memasukkan obat, alat, maupun implan pada pembuluh yang dituju.DSA juga digunakan sebagai terapi pelengkap sebelum menjalani operasi.

Risiko tindakan DSA kini jauh lebih kecil dibandingkan dengan prosedur yang harus ditempuh sebelum teknologi ini berkembang, di mana pasien harus menjalani operasi vital, seperti pembukaan tengkorak, yang juga dapat mengakibatkan infeksi.

Kini risiko yang ada hanyalah kemungkinan pergesekan pembuluh dengan kateter, atau robeknya pembuluh darah. "DSA kini jauh lebih minim risiko."

Dr. I Wayan Sutarga selaku Dewan Pengawas Siloam Hospitals Bali mengatakan pelayanan DSA yang disediakan oleh Siloam Hospitals Bali meliputi semua tipe pasien baik pasien umum, pasien asuransi baik asuransi pemerintah maupun swasta.

"Teknik DSA sendiri dilakukan oleh Dokter Spesialis Saraf Intervensi Siloam Hospitals Bali yang telah berpengalaman di bidangnya," terang Sutarga.

Rekomendasi