Penahanan Lieus Sungkharisma ditangguhkan, Senin (3/6). Dia ditangkap sejak Senin (20/5) lalu dan ditahan di Rutan Polda Metro Jaya. Lieus ditangkap karena diduga telah menyebarkan berita bohong atau hoaks.
Setelah bebas dari Polda Metro Jaya, Lieus merasa berterima kasih. Karena, selama di dalam penjara berat badannya turun menjadi delapan kilogram.
"Saya ditangguhkan penahanannya ya. Saya sih terima kasih artinya tadinya harus di dalam sekarang saya bisa di luar. Tapi di dalam saya juga terima kasih, karena 8 kilogram turun berat badan saya. Di luar turun setengah kilo saja susah, ini dua minggu 8 kilogram," kata Lieus di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (3/6).
"Bagi yang mau diet susah masuk ke dalam (rutan) minta pasalnya makar. Dijamin kurus," tambahnya.
Lieus mengambil hikmah dari apa yang terjadi pada dirinya belakangan ini. Khususnya soal pola makan.
"Ambil hikmahnya dan saya pikir ke depan ini pasti akan lebih baik pelajaran yang kita ambil termasuk saya sendiri. Saya akan berusaha menjaga supaya jangan gemuk lagi," ujarnya.
Dia mengaku senang jika memang harus menjalani pemeriksaan lanjutan. Meskipun dirinya sudah menghirupkan udara segar atau tak lagi ditahan di Rutan Polda Metro Jaya.
"(Ada pemeriksaan lanjutan) Mau diperiksa dimana juga I'am happy, karena 1 saya jadi nambah kawan, nambah teman kayak di sini wartawan banyak. Tapi itulah kita tetap harus kritis yang bertanggungjawab dan membangun itu yang paling penting," ucapnya.
"Saya juga berterima kasih nih dengan diedarkannya gini ternyata si Lieus udah keluar. Kalau enggak kan enggak tahu kiranya masih di dalam," tambahnya.
Saat ditanyakan soal Pilpres 2019, ia menyerahkan semuanya itu kepada Mahkamah Konstitusi (MK).
"Kalau soal pilpres kita serahkan ke MK. Kepada Pak Prabowo dan Pak Jokowi sebagai kontestan. Kita yang di bawah saya pikir akan memberikan dukungan," pungkasnya.