Ledakan gas elpiji ukuran 3 kilogram pagi tadi membuat warga Jalan Dr Soetomo, Karang Rejo, Balikpapan, Kalimantan Timur panik. Dua orang terluka parah, satu diantaranya mengalami patah tulang.
Keterangan diperoleh, peristiwa itu terjadi sekira pukul 06.20 WITA. Kejadian berawal ketika salah satu korban, Heni (32) hendak merebus air di dapur saat baru bangun tidur. Heni mencium aroma gas elpiji 3 kilogram di ruangan dapurnya.
Setelah sempat memperbaiki karet sil tabung gas 3 kilogram itu, Heni lantas menghidupkan kompor gas. Tiba-tiba gas elpiji meledak. Ledakan ini membuat Heni terpental dan terluka parah. Ledakan juga memorakporandakan bangunan rumah Heni.
Ledakan juga melukai Sulasmi (55). Sulasmi yang mengalami patah tulang dan Heni dilarikan ke rumah sakit.
"Benar, kejadiannya tadi pagi dari ledakan elpiji 3 kilogram. Ada 2 orang korban patah tulang dan luka bakar," kata Kepala BPBD Kota Balikpapan, Suseno saat dikonfirmasi merdeka.com, Selasa (29/1).
Rumah hancur pascaledakan elpiji 3 kg ©2019 Merdeka.com/BPBD BalikpapanSebelum kejadian, kata Suseno, tercium aroma gas yang sangat menyengat di rumah korban. "Informasinya dia (korban) sudah cium bau gas menyengat. Semestinya yang dilakukan adalah membuka pintu, minimal ventilasi," ujar Suseno.
"Tujuannya agar gas terurai udara. Tapi sepertinya itu tidak dilakukan. Jadi ketika menghidupkan kompor, terjadilah ledakan itu. Radius getaran hingga 500 meter dan bunyi ledakan itu sampai sekitar radius 5 kilometer," tambah Suseno.
Tim pemadam kebakaran dari BPBD Kota Balikpapan dan instansi lain diterjunkan ke lokasi kejadian guna mengantisipasi terjadinya kebakaran. Kasus itu kini diselidiki kepolisian.
"Alhamdulillah tidak ada rumah yang terbakar. Tapi rumah atau lokasi kejadian mengalami kerusakan," ungkap Suseno.