KPK minta maaf dan akui gagal karena data kasus Newmont yang seret TGB bocor

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo menjawab pertanyaan anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan Arteria Dahlan terkait kebocoran data keterlibatan Mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Muhammad Zainul Majdi alias Tuan Guru Bajang (TGB) di kasus gratifikasi investasi saham Newmont.

Sania Mashabi
Oleh Sania Mashabi - Reporter
KPK minta maaf dan akui gagal karena data kasus Newmont yang seret TGB bocor
Pimpinan KPK rapat dengan DPR. ©Liputan6.com/Johan Tallo

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo menjawab pertanyaan anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan Arteria Dahlan terkait kebocoran data keterlibatan Mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Muhammad Zainul Majdi alias Tuan Guru Bajang (TGB) di kasus gratifikasi investasi saham PT Newmont Nusa Tenggara ke media massa. Agus mengakui bahwa kejadian tersebut salah satu kegagalan dari lembaga antirasuah itu.

"Saya harus menyampaikan Pak, kejadian yang Pak Arteria sampaikan terus terang kalau Bapak mau menilai itu adalah kegagalan kami dan itu saya mohon maaf," kata Agus dalam rapat dengan Komisi III DPR, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (3/10).

Agus juga mengakui ini bukan kali pertama KPK kebobolan data dari temuan kasus ke media. Dia menegaskan, pihaknya akan segera menyelidiki siapa penyebar informasi tersebut.

"Melakukan penyelidikan dan membawa kemungkinan siapa yang membuka itu di dalam penyelidikan. Kami memerintahkan deputi penindakan untuk SOP ekspose kemudian berubah," ungkapnya.

"Jadi kami menginstruksikan supaya nanti menjaga informasi itu lebih terbatas. Satu penyidik satu penuntut satu penyelidik hanya itu saja dalam ekspose," ucapnya.

Sebelumnya, anggota Komisi III DPR dari Fraksi PDIP, Arteria Dahlan kecewa KPK membocorkan informasi penting kasus Mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat, Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi yang diduga terlibat korupsi divestasi saham Newmont. Dalam Rapat Komisi III DPR bersama pimpinan KPK, Arteria menyinggung laporan suap yang dimuat oleh majalah Tempo soal TGB.

"Bagaimana tata kelola keamanan dokumen KPK. Apa ada SOP-nya? Apakah kejadian ini disikapi? atau jangan-jangan belum ada investigasi terkait dengan hal ini," ujar Arteria di ruang rapat Gedung DPR, Jakarta Selatan, Rabu (3/10).

Rekomendasi