Kapolda Sulsel Irjen Polisi Umar Septono pagi ini melepas personel Brimob dan Sabhara untuk bertolak ke lokasi bencana gempa dan tsunami di wilayah Sulawesi Tengah. Pelepasan berlangsung di halaman markas Polair Polda Sulsel.
Selanjutnya mereka akan bergabung dengan 1.500 personel Yon Zipur dan divisi infanteri 3 Kostrad untuk berangkat ke Palu dengan menggunakan KRI Makassar 590.
Jumlah personel yang diberangkatkan ini masing-masing 100 personel Brimob Polda Sulsel, 15 orang personel Polair Polda Sulsel dan 5 personel Teknologi Informasi Komunikasi. Sebelumnya telah berangkat 10 orang tim medis dan 5 ekor anjing pelacak.
"Laksanakan lah tugas di Palu dengan sabar dalam menangani korban gempa dan tsunami," kata Umar Septono, Senin (1/10).
Sebelumnya, Divisi Infanteri 3 Kostrad dan Batalyon Zeni Tempur 8/Sakti Mandra Guna memberangkatkan 1.500 personel ke Palu, Sulawesi Tengah pada Minggu (30/9) malam. Mereka menuju lokasi bencana alam di Sulawesi Tengah melalui jalur darat dan laut.
Selain 1.500 personel, turut serta dalam rombongan sebanyak 50 orang dari Basarnas Makassar, 34 orang anggota Satpol PP dan 20 orang dari Aksi Cepat Tanggap (ACT). Pemberangkatan dilakukan di dermaga peti kemas Pelabuhan Soekarno Hatta Makassar oleh Panglima Kodam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Surawahadi.
"Pemberangkatan malam ini adalah tahap kedua. Sehari sebelumnya telah berangkat 35 personel mengawal 20 unit truk. Mobilisasi ini adalah wujud kepedulian untuk membantu saudara-saudara kita di sana," kata Surawahadi usai apel pelepasan.