Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Wahidin Sudirohusodo Makassar menunggu kedatangan korban bencana gempa dan tsunami Kota Palu dan Kabupaten Donggala Provinsi Sulawesi Tengah.
Dikoordinir direktur RSUP Wahidin Sudirohusodo, Khalid Saleh, korban yang cidera turun dari pesawat Hercules segera diarahkan ke rumah sakit.
Khalid Saleh menuturkan, pihaknya sudah lakukan koordinasi internal sesuai dengan arahan dari Dirjen Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan.
Sehingga sejak Sabtu (29/9), telah memberangkatkan dua tim rumah sakit vertikal yakni dari RSUP Wahidin Sudirohusodo Makassar dan RS Kandao, Manado ke Palu. Khusus tim dari RSUP Wahidin Sudirohusodo mengirim 12 orang.
Saat ini tim yang diberangkatkan sudah melewati daerah Kecamatan Pasang Kayu, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat.
"Tim medis yang berangkat ke sana itu spesifikasinya antara lain ahli bedah, anastesi, ortopedi dan keperawatan. Selain itu juga kami siapkan 300 kantong jenazah untuk dikirim ke Palu dan Donggala via Hercules," kata Khalid Saleh.
Ditambahkan, pihaknya berada di Lanud ini untuk mengkoordinir tim kesehatan berikut ambulans, memilah korban-korban gempa dan tsunami dari Palu, mana yang harus dirujuk ke RSUP Wahidin Sudirohusodo atau ke RS terdekat.
Pantauan merdeka.com, ratusan pengungsi dari Palu dan Donggala tiba di base ops Lanud Sultan Hasanuddin. Ada lima ambulans dari TNI AU dan Pemprov Sulsel membawa korban luka ke rumah sakit.
Salah satu pengungsi bernama Irda (30), turun dari Hercules tiba-tiba Pingsan. Dia segera dievakuasi ke mobil ambulans.
"Mungkin dia kecapekan karena sambil bawa tiga anaknya yang masih kecil-kecil jadi pingsan," tutur Marwah, sepupu dari Irda.