Pancasila dinilai menyatukan berbagai keberagaman di Indonesia

Pancasila menjadi perekat persatuan bangsa di bawah panji Bhinneka Tunggal Ika. Tidak bisa lagi diganggu gugat. Kelompok yang anti-Pancasila jelas melanggar konstitusi negara.

Didi Syafirdi
Oleh Didi Syafirdi - Reporter
Pancasila dinilai menyatukan berbagai keberagaman di Indonesia
Ilustrasi Pancasila. ©2016 Merdeka.com

Pancasila menjadi perekat persatuan bangsa di bawah panji Bhinneka Tunggal Ika. Tidak bisa lagi diganggu gugat. Kelompok yang anti-Pancasila jelas melanggar konstitusi negara.

"Pancasila itu sudah final sebagai ideologi dan jalan hidup berbangsa dan bernegara, serta sudah diterima sebagai jalan tengah menyatukan berbagai keragaman di Indonesia, baik saat baru merdeka sampai di era milenial sekarang ini," ujar Rektor Universitas Muhammadiyah (UMJ) Jakarta Syaiful Bakhri dalam keterangannya, Selasa (21/8).

Menurutnya, ketika Pancasila sudah menjadi sebuah ideologi yang ada dalam konstitusi, maka akan terjaga dan itu berjalan selama 73 tahun Indonesia. Apalagi penentuan Pancasila sebagai dasar negara telah melalui proses pembahasan yang matang oleh para founding fathers bangsa dan tokoh-tokoh agama di Indonesia.

"Saat ini tugas bangsa Indonesia adalah melaksanakan nilai-nilai Pancasila secara murni," tutur salah satu Kelompok Ahli Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) ini.

Apalagi secara historikal, lanjutnya, Pancasila itu sejalan dengan Piagam Madinah yang pernah dibuat Rasulullah Muhammad SAW. Piagam Madinah itu berisi kesepakatan umat muslim dengan umat non muslim sehingga perdamaian bisa terjadi di Madinah.

"Bersepakat saling menghormati, itulah yang disebut dengan Perjanjian Hak Azasi Manusia paling tua di dunia," tutur pria kelahiran Kotabaru, Kalimantan Selatan, 20 Juli 1962 ini.

"Pancasila itu berisi lima sila yaitu hakikat dalam hak azasi manusia bahwa ada toleransi di dalamnya, ada kemerdekaan, ada sebuah model demokrasi yang hebat, kemanusiaan, dan yang paling atas adalah Ketuhanan," pungkasnya.

Rekomendasi