KM Arista tenggelam di perairan Wilkum, Sulawesi Selatan, Rabu (13/6) sekitar pukul 12.45 WITA. Korban tewas akibat peristiwa itu mencapai 13 orang. Sebanyak 24 penumpang lainnya selamat.
Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani menuturkan, korban meninggal kebanyakan karena tidak memakai jaket pelampung.
"Jam 1 siang ombak besar, angin. Korban banyak meninggal dunia gak pakai life jacket. Banyak korban ibu dan anak-anak," ujar Dicky saat dihubungi melalui telepon genggam.
Dia mengatakan, jumlah korban masih belum pasti. Sebab, polisi masih perlu melakukan pencarian korban. Untuk nakhoda kapal, polisi menyebut kemungkinan selamat.
"Masih proses pencarian lagi. Kita hentikan jam 16.00 WIB. Tim akan lihat akan lihat situasi," ujar Dicky.
Kapal tersebut milik pribadi, bukan kapal angkutan umum. Polisi belum mengetahui pemilik kapal. Sehingga polisi kesulitan dalam hal data korban.
"Karena tidak ada manifest. Tidak ada daftar penumpangnya. Kalau kapal penumpang umum jelas ada manifest. Kapal ini berlayar pulau ke bararompong," jelasnya.
Untuk diketahui, sekitar pukul 12.30 WITA, KM. Arista meninggalkan Pelauhan Paotere (di bawah Jembatan 5). Sekitar 5 Mil dari Pelabuhan Paotere, kapal tersebut dihantam angin dan ombak besar. Akibatnya KM. Arista terbalik hingga tenggelam.